Balita Tewas Kemasukan Air Pada Paru-parunya

Korban Banjir Gresik

Balita Tewas Kemasukan Air Pada Paru-parunya

- detikNews
Senin, 02 Mar 2009 15:50 WIB
Balita Tewas Kemasukan Air Pada Paru-parunya
Gresik - Tewasnya salah satu korban banjir Gresik, Syaifunal Hasyim (6 bulan) tenggelam di rumahnya yang tergenang banjir karena paru-parunya kemasukan air. Balita itu tewas setelah jatuh dari tempat tidurnya pukul 23.40 WIB, Minggu (1/3/2009).

"Selain air, menurut dokter yang merawatnya, paru-paru anak saya juga kemasukan tanah," ujar Ny Ismianah (35), ibunda Syaiku panggilan akrab Syaifunal kepada wartawan di rumahnya, Dusun Ngaren, Desa Sungon Legowo, Kecamatan Bungah, Gresik, Senin (2/3/2009).

Ny Ismianah mengaku dirinya tak menyangka jika Syaiku bakal bisa melewati 'barikade' di atas kasur yang dibuatnya. Saat meninggalkan Syaiku yang sedang tidur, Ismi mengaku sudah melipat kasur dan juga telah meletakkan bantal dan guling di tepian kasur.

Saat Syaiku ditinggalkan, Ismi mengaku sedang mencuci baju di depan rumahnya. Di sela-sela mencuci, 3 kali Ismi datang ke kamar depan sekedar untuk menengok apakah Syaiku bangun atau tidak. Dan ternyata tidak. Saat pekerjaannya mencuci sudah selesai, Ismi menuju ruang belakang untuk mengembalikan peralatan mencucinya.

Saat itu Ismi mengaku menyuruh salah satu keponakannya, Sakinah, untuk melihat apakah Syaiku terbangun atau tidak. Namun, Sakinah yang datang ke kamar sama sekali tidak melihat keberadaan Syaiku. Tentu saja Sakinah heran dan melaporkan ke Ismi.

Ismi pun kaget lantas menyuruh suaminya, Khoirul Anas (35), mencari Syaiku di dalam air setinggi 30 cm yang menggenangi rumahnya. Suaminya pun berusaha mengobok-obok air di sekitar kamar, tetapi tetap tidak menemukan tubuh Syaiku. Akhirnya Syaiku baru ditemukan di depan pintu kamar sebelah yang berjarak sekitar 1 meter dari kamar pertama. Rupanya tubuh Syaiku sempat hanyut sepanjang satu meter di dalam air.

"Anak saya tengggelam sekitar 5 menitan," tambah Ismi.

Syaiku ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Tubuh balita tersebut kemudian diangkat terbalik untuk menumpahkan air di tubuhnya. Bahkan Ismi juga sempat mencoba mengambil air dari tubuh Syaiku dengan cara menyedotnya lewat hidung. Namun cara-cara tersebut tak membuat Syaiku sadar.

Syaiku pun dengan segera dibawa ke dr. Elly, seorang dokter praktek di desa tersebut. Namun dr. Elly tidak ada di tempat dan memaksa orang tua Syaiku membawanya ke Puskesmas Bungah. Di sana, Syaiku hanya sempat dirawat sekitar 15 menit dan dirujuk ke RS Ibnu Sina, Gresik. Namun Tuhan berkehendak lain, setelah sempat dirawat di ICU, Syaiku pun menghembuskan nafas pukul 23.40 WIB. (iwd/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini