Pria yang beberapa bulan terakhir tinggal di Jl. Ternate No. 47 Kelurahan Lateng Banyuwangi ini ditangkap tim Resmob Polres Banyuwangi sesaat setelah menerima uang yang dimintanya sebagai biaya liputan. Korbannya bernama As'ad Muhammad Nagib, (39), pemilik Depot di Jl. Basuki Rachmat Banyuwangi.
Aksi tersangka berhasil terungkap saat korban merasa curiga dengan pelaku. Dari kecurigaan ini korban bertanya pada salah seorang wartawan yang dikenalnya. Dari situ korban mendapat informasi jika tidak ada wartawan JTV yang bernama Adi.
"Dia (Adi Wijaya) mengaku wartawan JTV yang melakukan liputan kuliner di depot milik saya," katanya.
Satu hal yang paling membuat As'ad curiga yakni saat Adi Wijaya akan
datang bersama 5 kru ke depot miliknya, meminta disiapkan dana. Pelaku meminta dana sebagai biaya liputan dan untuk membantu mengecat kantor JTV Banyuwangi yang baru pindah. Setelah Adi dan krunya selesai mengambil gambar, As'ad pun menyerahkan uang sebesar Rp 400 ribu pada Adi Wijaya.
"Beberapa hari sebelumnya saya sudah memberinya Rp 50 ribu," sambungnya.
Beberapa saat setelah penyerahan uang itulah tim resmob Polres Banyuwangi datang ke lokasi bersama beberapa wartawan JTV sesungguhnya. Adi Wijaya langsung digelandang ke polres bersama para krunya. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, salah satunya uang yang diterima dari As'ad.
Kepada wartawan, Adi mengaku dirinya terpaksa melakukan hal itu karena tidak memiliki pekerjaan. Pria yang pernah bekerja di koperasi milik JTV Surabaya ini mengaku sudah melakukan aksi ini selama 2 bulan terakhir. Modusnya dengan menawari sejumlah tempat wisata dan restoran untuk di profil dengan biaya yang ditentukan olehnya.
Sebelum tertangkap dia sempat melakukan aksinya di salah satu cafe di Banyuwangi. Dari tempat itu dia sudah mengantongi uang senilai Rp 500 ribu dari Rp 1,5 juta yang dimintanya. Manajemen Cafe tersebut menjanjikan sisanya akan dibayar Senin mendatang. "Saya sudah melakukannya di 15 tempat," kata Adi kepada wartawan.
Untuk melancarkan aksinya, tersangka selalu membawa kartu pers yang tertulis namanya dan JTV sebagai perusahaan tempatnya bekerja. Selain itu dia juga mengenakan jaket JTV layaknya wartawan JTV asli. Untuk meyakinkan korban-korbannya dia selalu memberikan emblem JTV yang menurutnya didapat dari koperasi JTV saat dirinya masih aktif bekerja.
M. Ikbal, wartawan JTV Banyuwangi mengatakan, pihaknya yang melapor ke polisi terkait perbuatan pelaku. Itu dilakukannya setelah mendapat informasi ada orang yang mengaku wartawan JTV dan meminta uang untuk biaya liputan.
"Saya langsung melaporkan pada polisi, sebab saya sudah sering mendengar ada orang yang mengaku wartawan JTV dan ujung-ujungnya meminta uang," katanya dihadapan wartawan di Mapolres Banyuwangi Jl. Brawijaya.
Hingga saat ini pelaku dan korban masih menjalani pemriksaan di Polres Banyuwangi seklaigus para kru wartawan JTV gadungan tersebut. Para kru tersebut mengaku juga korban dari Adi Wijaya. "Saya ditawari jadi presenter, dia juga menunjukkan kartu pers-nya, jadi saya langsung percaya," Beber Sindy, (22), salah seorang kru sebelum menjalani pemeriksaan. (fat/fat)











































