Hingga pukul 06.00 WIB, Jumat (27/2/2009) air luapan Sungai Madiun dan Bengawan Solo mencapai 2 meter. Salah satu warga, Samirah (46) mengaku takut dengan air yang terus naik. Dia pun mengamankan barang-barangnya ke tempat yang lebih aman.
"Semalam belum seinggi ini. Pagi tadi kok tambah terus airnya," jelas Samirah panik.
Ketua RT 13 Kelurahan Ketanggi, Jarot mengatakan semula warga enggan mengungsi karena menganggap air belum membahayakan. Namun mulai pagi tadi air terus naik mencapai 2 meter.
"Mulai siang ini kita ungsikan ke rumah yang tidak banjir ada sekitar 250-an jiwa terdiri 67 KK seluruhnya," jelasnya.
Jarot menambahkan, saat ini 250 warganya ditampung di rumah Ny Jasmin yang terletak di pintu masuk perkampungan pinggir Jalan Tamrin. Hal ini kondisi rumahnya lebih tinggi dibanding lainnya.
Sedangkan bantuan makanan bagi korban banjir telah diberikan dengan membuat dapur umum di dekat pengungsian. Sementara dari pantauan detiksurabaya.com selain warga Kelurahan Ketanggi, puluhan warga di Kelurahan Karang Tengah juga diungsikan di rumah-rumah famili. Karena luapan Bengawan Solo telah merendam rumah mereka dengan ketinggian 1 meter hingga 2 meter.
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa banjir tidak hanya merendam di wilayah kota saja, namun merendam 20-an desa di 7 kecamatan yakni Kecamatan Kwadungan mencapai 10 desa, Kecamatan Pangkur, Kecamatan Pitu, Kecamatan Pron, Kecamatan Mantingan, Kecamatan Geneng dan Kecamatan Ngawi. (fat/fat)











































