Kedelapan desa yakni, Desa Sumbersari, Desa Kedawung (Kecamatan Nglegok), Desa Candirejo, Desa Sesek (Kecamatan Ponggok), Desa Pasirharjo, Desa Talun (Kecamatan Talun), serta Desa Sumberagung yang berada di Kecamatan Gandusari. Sementara 2 sungai yang melintasi 8 desa tersebut masing-masing Kali Bladak dan Kali Putih.
Ancaman banjir juga diakui muncul setelah dalam beberapa hari terakhir, hujan deras selalu turun di puncak Gunung Kelud.
"Sekarang saja airnya sudah berwarna coklat yang sepertinya campur lumpur. Kalau debit air bertambah, bukan tidak mungkin desa kali akan kebanjiran lumpur," kata Handoko, anggota Satlak PB Perkebunan Candirejosaat dikonfirmasi wartawan di lokasi kerjanya, Perkebunan Candisewu, Jumat (27/2/2009).
Selain perubahan warna air, ancaman banjir lahar dingin juga diakui oleh Handoko muncul karena kondisi dam di masing-masing sungai sudah berusia lanjut.
"Sejak saya menjadi karyawan di sini sekitar 20 tahun yang lalu, dam itu sudah ada dan kata teman-teman sudah lama. Nah ketakutan kami, jangan-jangan dam itu nanti tidak kuat menahan derasnya lahar dingin," ujar Handoko.
Dengan kondisi tersebut, Handoko meminta agar pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipasi.
Secara terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Blitar, Agus Purnomo saat dikonfirmasi mengatakan, pihak sudah mendapatkan laporan terkait perubahan-perubahan di Kali Bladak dan Kali Putih.
Atas kondisi tersebut, Agus mengaku pihaknya sudah mengambil langkah antisipasi awal
dengan meminta kewaspadaan ditingkatkan, terutama kepada pejabat di tingkat kecamatan di masing-masing daerah rawan.
"Yang terutama pejabat di tingkat muspikanya. Mereka yang harus selalu waspada dan
bila terjadi segala sesuatu yang bahaya, mereka harus segera berkoordinasi dengan kami di pemda agar secepatnya permasalahan yang muncul dapat ditangani," jelas Agus. (bdh/bdh)











































