Menurut Kapolsek Mojoanyar, AKP Sukarni, kecil kemungkinan seseorang bisa hidup dalam kondisi terkubur di waktu lama. Apalagi kondisi makam tidak tampak ada seseorang di dalamnya, saat ditemukan pada Selasa (24/2/2009) lalu.
"Saat ditemukan pertama kali, warga sempat menancap-nancapkan kayu ke dalam gundukan makam. Tapi tidak ada bekas yang menunjukkan ada mayat atau sesuatu di balik gundukan itu," kata Sukarni kepada wartawan.
Meski demikian, Sukarni belum bisa memastikan. Sebab Supriyono juga belum bisa dimintai keterangan oleh polisi. Keterangan Kapolsek Mojoanyar, dibenarkan salah seorang tokoh masyarakat Dusun Damarsih, Rudiyanto (39).
Kepada detiksurabaya.com, Rudiyanto menyatakan termasuk salah seorang yang menancapkan kayu ke gundukan tanah itu. "Namun saat itu ya kosong, tidak ada apa-apa. Jadi janggal jika sekarang ada seseorang," kata Rudiyanto.
Menurut dugaan Rudiyanto, makam itu sengaja dibuat oleh seseorang. Saat makam ditemukan, Supriyono mengetahui hal itu. Lalu beberapa hari kemudian, Supriyono dibantu orang lain, mengubur diri di balik gundukan tanah itu.
Motifnya, diduga Supriyono ingin dianggap sebagai orang sakti yang masih hidup meski
dikubur beberapa hari. "Sepertinya anak itu memang ingin jadi dukun. Tapi saya tidak bisa memastikan, hanya curiga saja," kata Rudiyanto. (bdh/bdh)











































