Pria yang akrab disapa Kak Seto ini datang, Kamis (26/2/2009) sore dengan didampingi sejumlah polisi.
Berbeda dengan kedatangan yang pertama pada Minggu (15/2/2009) lalu, kehadiran Kak Seto petang tadi berjalan lancar. Kak Seto tidak harus melintasi antrean ribuan pasien. Sebab sejak hari ini, praktek dukun Ponari ditutup polisi.
Sesampai di rumah dukun cilik ini, Kak Seto ditemui kedua orangtua Ponari, Muhammad Kosim dan Mukarromah. Saat pertemuan berlangsung, para wartawan diminta meninggalkan ruang pertemuan untuk beberapa saat.
Usai bertemu Ponari, Kak Seto menyatakan mendukung langkah Polres Jombang, menutup praktek dukun cilik itu. "Pada prinsipnya, kami berharap hak-hak Ponari selaku anak tetap terjaga dan tidak hilang," kata Kak Seto.
Menurut Kak Seto, kasus pengobatan dukun cilik Ponari juga dilematis. Di satu sisi,
tenaga Ponari dibutuhkan ribuan orang. Namun di sisi lain, Ponari juga harus bersekolah dan bermain seperti halnya anak-anak seusianya.
Karena itu, Kak Seto meminta panitia mengoptimalkan tandon air yang sudah dikirim
Pemkab Jombang untuk pengobatan para pasien. Sehingga Ponari tidak perlu mencelupkan batu ke dalam air yang dibawa ribuan pasien.
Rencananya, hari Jumat (27/2/2009) besok, Kak Seto akan mengantar Ponari bersekolah.
Hal itu dilakukan Kak Seto, untuk menumbuhkan kembali kondisi kejiwaan dan semangat
Ponari setelah lama tidak duduk di bangku sekolah. (bdh/bdh)











































