Longsor di Kediri, Akses Jalan di Dua Desa Terputus

Longsor di Kediri, Akses Jalan di Dua Desa Terputus

- detikNews
Kamis, 26 Feb 2009 12:49 WIB
Kediri - Hujan deras selama hampir 10 jam mengakibatkan bencana tanah longsor di Kediri, Jawa Timur. Dua titik tanah longsor berada di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Akibatnya, akses jalan yang menghubungkan 2 desa di sekitar lokasi kejadian terputus.

Dua titik longsor masing-masing di KM 1,7 dan KM 2,7 menuju Objek Wisata Air Terjun Dolo. Di KM 1,7, tanah longsor terjadi sepanjang 15 meter dengan ketinggian tanah 1,5 meter. Sedangkan di KM 2,7, panjang tanah longsor mencapai 30 meter dengan ketinggian tumpukan material tanah mencapai 1,5 meter.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, tanah longsor terjadi pada Rabu (25/2/2009) malam sekitar pukul 23.00 WIB, setelah hujan deras mengguyur selama hampir 10 jam.

"Kemarin hujannya terjadi sejak jam 1 siang, dan baru reda lebih dari jam 10 malam. Setelah hujan reda, langsung terdengar gemuruh longsoran tanah," kata Lasminto (47), warga yang rumahnya berada sekitar setengah kilometer dari lokasi kejadian, saat dikonfirmasi detiksurabaya.com di lokasi, Kamis (26/2/2009).

Akibat tanah longsor tersebut, akses jalan di 2 desa, masing-masing Desa Jugo dengan Desa Badut terputus total. "Kalau mau ke kota sementara harus memutar lewat Kecamatan Semen. Mau tidak mau ya harus dilewati, karena memang tidak ada jalan lainnya," ujar Lasminto.

Selain itu, akses jalan menuju Objek Wisata Air Terjun Dolo dan Irenggolo, saat ini juga terputus. Kondisi ini menjadikan sejumlah wisatawan yang hendak mendatanginya, harus mengurungkan niatnya.

Pantauan detiksurabaya.com, hingga saat ini proses pembersihan material longsoran masih terus dilakukan. 1 Unit alat berat telah diterjunkan, guna membantu pembersihan yang dilakukan secara manual oleh masyarakat dan personel TNI AD.

"Harapan kami pekerjaan pembersihan dapat diselesaikan dalam sehari ini, sehingga akses jalan tersebut bisa kembali dibuka," kata Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Kediri, Eko Setyono. (bdh/bdh)
Berita Terkait