Putri pasangan Kandar (30) dan Faridah (25), ini dikabarkan hilang sejak Senin (23/2/2009) siang kemarin. Sebelumnya, sekitar pukul 11.00 WIB, bocah kelas 1 SDN Desa Pancor ini pamit mau ke WC yang letaknya di sebelah selatan rumah korban. Namun, hingga 2 jam kemudian bocah itu tidak pulang. Lalu, dilakukan pencarian oleh kedua orang tua bersama masyarakat.
Peristiwa hilangnya Sulistiyani tersebut menghebohkan semua kerabat dan warga setempat. Bahkan, ada yang menduga korban diculik orang tak dikenal. Sebab, putri pertama Kandar dan Faridah tersebut mempunyai kemampuan membaca Al-Qur'an. Teman-temannya memberi julukan Qiroat muda.
Dalam proses pencarian yang hampir menghabiskan waktu 1x24 jam itu, warga sempat membongkar WC milik keluarga korban. Sebab, di sekitar WC ditemukan sandal dan celana korban. Diduga terjebur ke dalam WC tradisional. Namun, usaha tersebut juga gagal menemukan korban.
Namun sekitar pukul 12.05 WIB, Selasa (24/2/2009), korban ditemukan terapung di dalam sumur dengan ke dalaman 12 meter oleh warga. Kondisinya, sudah membengkak dan mengalami patah tulang di bagian leher dan tulang belakang. Evakuasi korban yang dilakukan warga bersama aparat kepolisian membutuhkan waktu lebih 1 jam.
Kapolsek Gayam kepulauan Sapudi, Sumenep Ipda Moh Rasyid mengatakan, peristiwa tewasnya bocah dalam sumur masih mesterius. Sebab, perhiasan korban semisal anting-anting emas hilang dan belum ditemukan.
"Korban memang ditemukan tewas dalam sumur. Namun, anting-antingnya hilang. Nah, untuk mengetahui apa memang terjebur sendiri ke sumur atau ada tindak pidana kriminal, petugas masih mengumpulkan bukti-bukti dan memeriksa sejumlah saksi," kata Rasyid saat dihubungi detiksurabaya.com.
Selain itu, tambahnya, jarak sumur dengan WC tradisional itu sekitar 300 meter. Dan jarak WC dengan rumah korban sekitar 20 meter. "Jadi, ada kejanggalan yang patut dilakukan penyelidikan oleh polisi," urainya.
Usai dilakukan otopsi korban diserahkan kembali pada keluarganya untuk dimakamkan di
pemakaman Dusun Cenlecen, Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep.
(bdh/bdh)











































