Peristiwa itu bermula saat korban dan kakaknya, Slamet (29) putra pasangan Puji Waluyo (42) dan Sunarsih (33) bermain di Sungai Bengawan Solo. Mereka datang ke Ngawi menghadiri hajatan di rumah neneknya, Wasinem (60) di RT 7 RW 8 Dusun Kerjo Desa Sidolaju Kecamatan Widodaren.
Karena tak tahu seluk beluk sungai, mereka hanyut dan terbawa arus. Rupanya, sang kakak berhasil selamat setelah tersangkut pohon. Sedangkan adiknya terlepas dari genggaman tangan dan ikut arus.
Kapolsek Widodaren AKP Mulyono mengatakan kronologis kejadian bahwa korban warga Bogor sedang di rumah neneknya untuk menghadiri hajatan pernikahan. Rupanya mereka main di sungai.
"Keduanya belum menguasai medan nekat berenang, padahal mereka sudah diperingatkan warga," jelas Mulyono, Selasa (24/2/2009).
Dia menambahkan, bahwa saat ini tim SAR Polres Ngawi dibantu ratusan warga masih melakukan pencarian di sepanjang Sungai Bengawan Solo hingga perbatasan Bojonegoro.
Sementara Kapolres Ngawi AKBP Budi Sajidin menambahkan, untuk melacak korban yang masih hanyut pihaknya telah bekerjasama dengan Polres Bojonegoro dan sekitarnya.
"Kita telah koordinasi dengan polres lain untuk pencarian di Sungai Bengawan Solo," tambah Budi. (fat/fat)










































