Ratusan rumah warga yang terendam lumpur, tersebar di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu dan Desa Besowo, Kecamatan Kepung dengan jumlah mencapi 75 rumah, serta sekitar 90 rumah lain di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, meluapnya lumpur terjadi setelah Sungai Serinjing yang menjadi salah satu kantong lahar dingin dari Gunung Kelud tak sanggup menampung keseluruhan muatan materi lahar dingin. Luapan lumpur tersebut mulai masuk ke rumah warga sejak Selasa (24/2/2009) dinihari sekitar pukul 04.00 WIB.
Kondisi ini diperparah dengan terdapatnya bebatuan dan batang pohon yang terbawa banjir hingga menghambat arus air untuk bisa mengalir secara lancar.
"Jadi keterangan dari petugas di lapangan menyebutkan, banyak batang pohon yang menyumbat beberapa jembatan kecil. Akibatnya air sungai yang disertai lahar dingin naik sampai ke rumah warga," kata Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Kediri, Eko
Setyono, saat dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telepon selulernya.
Akibat terendam lumpur tersebut, aktifitas warga di 3 desa tersebut lumpuh total. Begitu juga untuk aktifitas belajar mengajar di sejumlah sekolah.
"Untuk pembersihan termasuk di sekolah-sekolah, saat ini terus dilakukan. Kami bersama aparat kepolisian dan TNI akan membantu warga sampai luapan lumpur ini bersih," ujar Eko.
Selain berjanji melakukan upaya pembersihan, Pemerintah Kabupaten Kediri juga menjanjikan adanya bantuan untuk warga yang menjadi korban luapan lumpur. "Yang jelas ada, tapi besarannya perlu dihitung terlebih dahulu berdasarkan kerusakan rumah
yang dialami masing-masing korban," ungkap Eko.
Seperti diinformasikan sebelumnya, banjir lahar dingi dari Gunung Kelud, Senin (23/2/2009) juga telah mengakibatkan 2 jembatan ambrol. Masing-masing jembatan yang menghubungkan Dusun Nobo, Desa Wonorejo dengan Desa Satak, serta Jembatan Lahar Pang di Desa Lahar Pang, Kecamatan Puncu. Akibat kejadian tersebut, ratusan warga terisolir. (bdh/bdh)










































