Ke-5 rumah itu milik Yatmin, Suratmi, Roni dan sebuah rumah masih belum diketahui identitasnya di Desa Gomangan. Dan sebuah rumah milik Mat Sholeh di Desa Bakalan.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, sebelum 18 anak Sungai Bengawan Solo meluap, Kota Bojonegoro dilanda hujan sejak pukul 12.00 WIB kemarin, Senin (23/2/2009). Akhirnya anak Sungai Bengawan Solo meluap pukul 18.00 WIB dan membanjiri rumah warga setinggi 50cm.
"Selain rumah ambruk, seorang warga hanyut dan tewas bernama Suparmin (40) saat nyekar di pemakaman Desa Ngeringinrejo," kata Kapolsek Kalitidu AKP Mujijanto kepada wartawan di lokasi, Selasa (24/2/2009).
Dia menjelaskan, korban ditemukan sekitar pukul 11.15 WIB. Padahal korban nyekar kemarin sore. Istrinya, Muslikah telah mencari sejak kemarin namun tidak menemukan jejak sama sekali.
"Siang ini korban ditemukan 5 km dari sandal dan sepeda anginnya yang ada di pemakaman. Korban tewas tanpa ada saksi dan lokasi pemakaman berada di pinggir sungai," tambahnya.
Selain korban tewas dan rumah, 3 jembatan di Desa Bakalan putus. 1 jembatan dari beton berukuran 10x3 meter yang dibangun 2007 lalou dan dua jembatan besi non permanen berukuran 25x2,5 meter. (fat/fat)










































