Menurut Ketua Panitia, Muhlison pemasangan tenda ini untuk menghindari pasien yang pingsan karena suhu udara panas. "Tapi kami harapkan para pasien lebih tertib, sehingga tidak ada korban," kata Muhlison kepada wartawan di lokasi.
Libur hari ini akan berlangsung hingga Jumat (20/2/2009) besok. Libur 2 hari ini digunakan panitia, untuk membenahi kayu pembatas antrean yang rusak. "Baru pada hari Sabtu mendatang, lokasi ini akan dibuka lagi," jelasnya.
Selain memasang tenda, panitia juga memasang papan nama bertuliskan "Libur Kamis-Jumat" di area jalan masuk rumah Ponari. Meski begitu, warga masih berdatangan dan berjubel di lokasi praktek dukun cilik.
Meski libur, Ponari tidak terlihat berada di halaman rumah. Dari pantauan detiksurabaya.com, rumah kedua orangtua Ponari terkuci rapat. Termasuk pula rumah Painem alias Mbok Dauk yang sehari-hari digunakan tempat praktek.
Namun Ponari dipastikan berada di dalam rumah. Pasalnya, terdengar suara Ponari bermain pistol mainan bersama beberapa temannya. "Itu kan suara Ponari," kata salah seorang panitia kepada detiksurabaya.com, saat terdengar teriakan anak dari rumah Mbok Dauk.
Sejak dibuka, setiap hari kecuali Kamis dan Jumat, Ponari akan melayani sebanyak 5 ribu pasien. Dalam sehari, praktek pengobatan yang dilakukan Ponari dibuka 2 kali. Yakni sekitar pukul 07.00 WIB-10.00 WIB dan pukul 14.00 WIB-17.00 WIB. (fat/fat)











































