SBY Heran ada Bupati Menolak Program Pengentasan Kemiskinan

SBY Heran ada Bupati Menolak Program Pengentasan Kemiskinan

- detikNews
Rabu, 18 Feb 2009 12:39 WIB
SBY Heran ada Bupati Menolak Program Pengentasan Kemiskinan
Tuban - Penolakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) oleh sejumlah kepala daerah disikapi serius Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Penolakan program pengentasan kemiskinan tersebut, dianggap aneh dan mengherankan.

"Saya heran kenapa masih ada bupati yang menolak program pengentasan kemiskinan untuk rakyat kecil itu. Jadi jangan salahkan kalau rakyat tidak menghendaki lagi," kata SBY dalam sambutannya saat kunjungan kerja di Kabupaten Tuban, Rabu (18/2/2009).

Di depan ratusan undangan yang terdiri dari kepala desa, kelompok tani, serta pengusaha, SBY menyatakan rangkaian program pengentasan kemiskinan yang digulirkan pemerintah, mulai Kredit Usaha Rakyat (KUR), BLT, Jamkesmas, PNPM Mandiri ditujukan untuk mengentas kemiskinan rakyat. Apalagi bangsa Indonesia baru saja lepas dari krisis ekonomi.

"Untuk rakyat yang tidak berdaya diberi bantuan bantuan BLT, bagi yang berdaya diberi kail untuk memancing ikan dalam program KUR," kata Presiden yang kala itu hadir didampingi Menko Kesra Aburizal Bakrie.

Sedangkan untuk rakyat yang lebih berdaya lagi jelas SBY, diberi bantuan permodalan. Diibaratkan mereka diberi perahu agar bisa lebih mengembangkan usahanya.

Rakyat kecil, sangat membutuhkan program pengentasan kemiskinan tersebut. Oleh karena itu, sikap kepala daerah yang menolak program tersebut dianggap kebijakan yang mengherankan.

"Dana pengentasan kemiskinan dari APBN, bukan dana dari SBY," ungkapnya.

Dia mencontohkan, pada tahun 2008 untuk program pengentasan kemiskinan KUR digulirkan dana sebesar Rp 12 trilyun. Untuk tahun 2009 ditingkatkan menjadi Rp 20 triliun. Khusus untuk Jatim tahun ini menerima dana KUR sebesar Rp 1,448 triliun.

Sedangkan khusus untuk program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Presiden SBY berpesan, harus sampai ke tepat sasaran. Presiden SBY berpesan jangan sampai dana dari program PNPM dikorupsi, karena akan merugikan rakyat.

"Gubernur dan Bupati jangan berkompromi dengan korupsi, apalagi untuk program pengentasan kemiskinan," tegas presiden asal Pacitan tersebut.

Dia menambahkan, jika korupsi tetap ada masa depan anak cucu kita bakal tidak cerah. Sebab, banyak aset negara yang hilang akibat praktik korupsi.

"Bentuklah birokrasi yang bersih di masing-masing unit. Ini untuk masa depan anak cucu kita," kata SBY. (bdh/fat)
Berita Terkait