"Warga yang punya kupon dengan nomor 5.000 ke atas, jatah pengobatannya besok," teriak salah satu panitia dengan pengeras suara, Selasa (17/2/2009).
Mendengar pemberitahuan tersebut, warga yang nomor urut kupon di atas 5.000 tetap tak bergeming dan memilih mengantre untuk mendapat air rendaman batu petir. Meski begitu, jalannya pengobatan terlihat lebih tertib dan tidak ada warga saling mendahului.
Meski membatasi kupon pengobatan, pihak panitia telah membagikan kupon di Balai Desa Balongsari. Pihak panitia mengimbau kepada warga untuk segera mengambil kupon terbaru. Tanpa dikomando pun, ribuan warga langsung bergerak menuju balai desa yang berjarak 2 Km dari lokasi rumah Ponari dan mengambil kupon bagi yang belum mendapatkan.
Sementara dari pantauan detiksurabaya.com, panitia pengobatan Ponari masih arogan. Beberapa wartawan saat berusaha mengambil gambar dikejar-kejar oleh panitia. Wartawan tak sedikit pun boleh mengambil gambar ribuan warga yang mengantre sejak beberapa waktu lalu.
"Jangan sekali-kali mengambil gambar ini," teriak salah satu panitia saat mengejar salah satu wartawan elektronik. (fat/fat)











































