Warga terlihat berkerumun di jalanan dusun menunggu Ponari keluar dari rumahnya. Mereka terlihat berdiri dan rela mengatre dengan kondisi cuaca panas. Namun mereka harus kecewa lantaran sekitar pukul 10.00 WIB, sebuah Isuzu Panther warna biru membawa Ponari dan ibunya ke luar dari rumahnya.
Sementara dari pantauan detiksurabaya.com rumah Ponari terlihat tertutup rapat, tak ada satu pun polisi dan panitia berjaga di lokasi.
"Sebelumnya kan prakteknya ditutup, trus dibuka. Seperti itu berkali-kali. Makanya kita antre lagi, kalau ada praktek dibuka," kata salah satu warga asal Madiun, Parman (41) kepada detiksurabaya.com di tengah-tengah kerumunan, Sabtu (14/2/2009).
Parman berharap Ponari mau membuka praktek lagi dan membantu menyembuhkan kakinya yang sering linu dan tak kunjung sembuh. Membludaknya warga ini otomatis membuat warga sekitar kembali membuka usaha jualannya.
Warga terlihat menata makanan, minuman atau toples untuk wadah air. "Ya tidak ada ruginya kita jualan lagi, moga-moga aja Ponari mau praktek lagi," kata salah satu penjual, Saudah (45) yang rumahnya berjarak 100 meter dari rumah Ponari.
Hingga pukul 10.30 WIB tak terlihat dan terdengar imbauan warga untuk segera meninggalkan lokasi rumah Ponari. (fat/fat)










































