Banjir Bandang Terjang Jalur Pacitan-Ponorogo

Banjir Bandang Terjang Jalur Pacitan-Ponorogo

- detikNews
Kamis, 12 Feb 2009 13:24 WIB
Banjir Bandang Terjang Jalur Pacitan-Ponorogo
Pacitan - Luapan Sungai Grindulu yang terjadi menyusul hujan deras sejak Rabu malam menyebabkan banjir di sejumlah lokasi di Pacitan. Di jalur Pacitan-Ponorogo ruas Dusun Pajaran Desa Pagutan, Kecamatan Arjosari banjir menggenangi jalan sepanjang 500 meter.

Genangan setinggi 75 centimeter itu terjadi sejak pukul 07.00 Kamis pagi. Hal tersebut terjadi lantaran bertemunya dua anak Sungai Grindulu masing-masing dari arah Kecamatan Tegalombo dan Nawangan.

Tingginya permukaan air menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Bahkan beberapa kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang nekat menyeberang akhirnya mogok. Masih di Kecamatan Arjosari, luapan juga terjadi di Desa Semo dan Gembong. Meski hanya setinggi lutut orang dewasa namun genangan sempat membuat arus lalu lintas tersendat.

"Hampir tiap tahun daerah ini memang rawan banjir. Cuma biasanya banjir tidak setinggi kali ini," ungkap Riyanto (35) warga setempat kepada detiksurabaya.com, Kamis (12/2/2009).

Selain menggenangi jalur Kecamatan Arjosari, banjir juga menyebabkan pemukiman warga tergenang air setinggi 1 meter. Selain itu, puluhan hektar tanaman padi terancam gagal panen.

Kepala Desa Sirnoboyo Arifin mengatakan, luapan diduga terjadi karena pintu air di Dusun Mendole tidak berfungsi. Akibatnya, air dari sungai meluber naik.

Sementara, Ketua Harian Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana Kabupaten Pacitan HG Sudibyo mengaku sejauh ini belum ada laporan kerugian. Meski begitu pihaknya tetap melakukan antisipasi. Antara lain dengan menyiagakan perahu karet di lokasi kantong banjir serta menyiapkan ambulans. Terkait adanya insfrastuktur yang rawan kerusakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan lembaga terkait.

"Yang jelas kita harus wasapada. Mudah-mudahan hujan didaerah atas tidak lebihan," kata Sudibyo ditemui detiksurabaya.com di lokasi bencana.

Sudibyo kembali mengingatkan masyarakat terutama yang tinggal di kawasan rawan longsor dan banjir untuk selalu waspada. Terlebih, selama dua pekan pertama bulan Februari curah hujan diperkirakan masiah akan tinggi. (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait