Ratusan orang itu masih tampak bergerombol di halaman dan teras rumah Ponari. Meski begitu, rumah Ponari tetap dijaga anggota TNI dan polisi. Dari pengamatan detiksurabaya.com tak tampak orangtua Ponari dan keluarganya keluar dari rumah.
Sebagian petugas kepolisian mengimbau kepada warga yang berdatangan untuk pulang. Karena praktek dukun cilik sakti sudah ditutup selamanya. "Lebih baik pulang karena hari ini sudah ditutup selamanya," kata salah satu anggota Polsek Megaluh, Ipda Riyanto kepada salah satu warga yang bergerombol.
Namun permintaan itu dibantah oleh warga yang mengaku sudah memiliki kupon. "Kita sudah punya kupon, kalau kembali terus gimana," ujar salah seorang pasien bernama Sutaji, warga asal Sidoarjo.
Mendengar hal itu, polisi pun menyatakan jika kupon dan praktek sudah tidak berguna lagi. "Kupon sudah tidak berlaku lagi dan harap segera pulang," tegas polisi tersebut.
Meski begitu, mereka tetap memilih bertahan di lokasi, dan menunggu Ponari keluar dari rumah. Mereka mulai berdatangan sejak pukul 05.00 WIB pagi tadi. (fat/bdh)










































