Selama tiga pekan ini, bocah yang seharusnya bisa bermain layaknya anak-anak sebayanya ini harus kerja keras menyembuhkan warga yang antre di rumahnya semenjak dirinya mendapati batu ajaib setelah terkena petir.
Di sela-sela mengobati pasiennya, pelajar kelas 3 ini tak banyak bicara. Dia yang digendong seorang anggota TNI AD hanya menganggukkan kepalanya ketika ditanya detiksurabaya.com mengenai keinginannya bersekolah seperti masa-masa sebelumnya, Rabu (11/2/2009).
Ketika diberondong berbagai pertanyaan, Ponari yang mengenakan kaos warna biru itu menolak menjawab. Dia hanya tertunduk ketika didekati wartawan. Dia hanya menganggukkan kepala setiap ditanya.
Hingga pukul 17.40 WIB, pengobatan terakhir yang dilakukan Ponari masih belum rampung. Pantauan detiksurabaya.com di lokasi masih dari ribuan orang yang menanti giliran disembuhkan tersisa puluhan orang saja.
Sesuai rencana antrean habis, pengobatan akan dihentikan selamanya sesuai kesepakatan keluarga dengan warga serta Pemkab Jombang. (gik/gik)
