Dalam sepekan, ratusan ayam dan unggas di empat dusun tiba-tiba mati mendadak. Seperti burung merak, ayam alas dan itik. Sedangkan empat dusun yang terserang wabah yakni Dusun Bogor, Medokan, Ngroto dan Dusun Jegong. Semua dusun berlokasi di kawasan pegunungan yang berjarak 2-5 KM dari sentra Desa Bektiharjo.
"Kemarin ayam saya sehat, paginya sudah kaku mati di kandang. Ternyata tidak ayam saya saja yang mati, tapi milik tetangga lain juga mengalami nasib sama," kata salah satu warga Dusun Bogor, Desa Bektiharjo, Yanto diamini warga lainnya kepada detiksurabaya.com, Rabu (11/2/2009).
Hal senada diungkapkan oleh Untung Sutrisno (38), warga Desa Bektiharjo. Dia mengaku ayam yang mati mendadak di Dusun Krajan mencapai lebih dari 100 ekor.
"Jumlahnya kalau mau terbuka, tidak ditutup-tutupi seratus ekor lebih. Ini sudah parah, kenapa ditutup-tutupi padahal virus flu burung ini bisa mematikan orang," ungkap Untung saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya.
Dia menjelaskan, kandang-kandang warga yang memiliki ayam rata-rata mati mendadak sebanyak 2 ekor hingga 60 ekor. Padahal tidak hanya ayam saja yang mati, unggas lainnya pun ada yang masti mendadak.
"Di Dusun Krajan, Desa Bektiharjo saja saat ini ada lima kandang ayam yang mampu diisi 2.000 sampai 7.000 ekor. Sekarang kandang itu tidak diisi lagi," kata Untung.
Untung menjelaskan, sejak ayam warga mati mendadak lokasi kandang langsung disemprot disinfektan oleh Subdin Peternakan Dinas Pertanian Tuban. Sejak saat itu tidak ada lagi ayam yang mati karena diserang virus flu burung. Meski begitu warga diharapkan mewaspadai virus A1 yang mudah menyebar ke dusun-dusun yang lokasinya rawan terinfeksi. (fat/fat)










































