Pertama kali siswi yang kesurupan menimpa Renata kelas 3 jurusan IPS ketika berada di kamar kecil. Korban pertama ini berteriak dan menjerit. Siswa lain yang mendengar teriakan itu pun spontan berkerumun untuk menolong.
Tidak lama berselang, siswi lain ikut kesurupan. Ada 6 siswa yang bersamaan menjerit dan merontah. Mereka adalah Febriyanti dan Amel, keduanya kelas 3 IPS.
Siswi lainnya yakni Mita, Dita, dan Lely. Ketiganya siswi kelas 1 IPS. Para korban kesurupan ditempatkan di depan kelas IPS dan ruang lobi SMAN I Kalianget.
Untuk mengatasi siswi kesurupan, pihak sekolah juga memanggil orang pintar terdekat. Selain guru dan siswa membaca Al-Qur'an juga dari pihak kepolisian Polsek Kalianget ikut membantu.
Salah seorang siswa jurusan IPS SMAN I Kalianget, Lela, mengatakan, siswi yangpertama kali berteriak dan menjerit Renata saat berada di kamar kecil. Lalu, siswi yang lain ikut kesurupan.
"Masih 6 orang yang kesurupan. Kelihatannya sangat parah," ujar Lela pada detiksurabaya.com di ruang lobi SMAN I Kalianget, Sumenep.
Sementara, salah seorang guru SMAN I Kalianget, Sumenep, Hairil Anam mengatakan, kesurupan kali ini bukan yang pertama, melainkan sudah sering terjadi. Setiap kali kesurupan selalu menimpa murid perempuan.
"Siswa yang kesurupan mayoritas jurusan IPS," ujar Hairil pada wartawan di ruang lobi SMAN I Kalianget, Sumenep.
Kesurupan yang terjadi akhir 2008 lalu, juga menimpa siswi jurusan IPS. Waktu itu, diduga roh halus yang menempati pohon Ketapang dihalaman sekolah mengamuk karena tempatnya terganggu.
Roh halus yang kembali mengamuk siswi jurusan IPS kali ini, diduga berasal dari tempat yang sama. Rencananya, pihak sekolah akan kembali melakukan ritual khusus untuk mengusir roh jahat tersebut. (bdh/bdh)











































