Pengobatan Distop, Pasien Dukun Cilik Sakti Masih Mengalir

Pengobatan Distop, Pasien Dukun Cilik Sakti Masih Mengalir

- detikNews
Selasa, 10 Feb 2009 17:59 WIB
Pengobatan Distop, Pasien Dukun Cilik Sakti Masih Mengalir
Jombang - Agar calon pasien dukun cilik sakti, Ponari membubarkan diri, Polres Jombang terpaksa memasang pengumuman. Sebuah banner dipasang di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang.

Pesan yang dipasang di dekat tenda milik polisi itu cukup mencolok. Selain warna dasarnya kuning, tulisanya cukup besar dan mencolok.

Bunyi pesan tersebut adalah "Mohon Maaf Pengobatan Sementara Dihentikan karena Kondisi Ponari Masih Sakit". Dusun tempat tinggal Ponari berapa hari ini cukup ramai, setelah ribuan orang berdatangan untuk minta disembuhkan dari penyakitnya.

Pantauan detiksurabaya.com, Selasa (10/2/2009) sore, meski sudah dipasangi pengumuman namun warga yang datang dari berbagai pelosok daerah itu masih ngotot untuk bertahan.

Mereka menolak pulang dan berharap agar Ponari kembali membuka prakteknya. Bahkan masih banyak pula yang berdatangan meski sudah Ponari tidak lagi tinggal di dusun setempat.

Tentunya, polisi kewalahan membendung para calon pasien itu. Bahkan polisi terpaksa harus bersikap tegas. Seperti terlihat seorang petugas kepolisian dari Mapolres Jombang bernama Ipda Nanang menghentikan motornya di tengah-tengah jalan. Dengan suaranya yang lantang, dirinya mengimbau ribuan orang untuk segera pulang.

"Saya mohon kepada bapak dan ibu-ibu untuk segera pulang. Karena kondisi Mas
Ponari saat ini masih belum sehat. Dari pada menunggu yang tidak pasti, lebih baik pulang dulu," teriaknya di tengah kerumunan.

Mendengar imbauan itu, beberapa warga mengajukan pertanyaan ke petugas. "La
terus kapan buka lagi pak. Pembagian tiket antrean kapan diberikan," tanya salah satu warga.

"Untuk sementara tiket antrean tidak dibuka dan sudah habis. Kapan akan dibuka saya tidak tahu. Apalagi posisi Ponari dirahasiakan dan tidak tahu dirawat dimana," kata Nanang.

Warga pun perlahan-lahan meninggalkan Dusun Kedungsari dan terlihat lalu lalang warga berjalan kaki atau menaiki motor. Meski begitu masih ada beberapa warga yang memilih bertahan dan berteduh di bawah tenda yang disediakan panitia atau di teras rumah warga. (fat/gik)
Berita Terkait