Sang ayah, Kamsin mengakui dirinya dan keluarga tak mampu berbuat banyak, apalagi dengan sudah jatuh korban. Jika polisi memerintahkan pengobatan alternatif yang dilakukan anaknya dihentikan, keluarga tak kuasa menolak.
"Sak niki kulo pasrah nopo jare pak polisi. Nopo dibuka maleh nopo sak teruse ditutup (Sekarang saya pasrah apa katanya pak polisi. Dibuka lagi atau selamanya ditutup," kata Kamsin kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Selasa (10/2/2009).
Kamsin di rumahnya ditemani sejumlah orang dan beberapa anggota Koramil setempat. Sedangkan di luar halaman rumahnya, ribuan orang masih rela mengantre meski Ponari tidak ada di rumah. (fat/gik)










































