Mereka menganggap kejadian tersebut musibah dan tidak akan melayangkan tuntutan ke pihak manapun.
Hal ini seperti diungkapkan Romdhon (26), adik kandung Muhtashor saat dikonfirmasi sejumlah wartawan seusai pemakaman kakak kandungnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Selasa (10/2/2009).
"Kemarin kakak saya ke sana kan tujuannya juga berobat untuk kesembuhan penyakitnya. Tapi kalau akhirnya justru harus meninggal, ya kami menganggapnya musibah dan tidak perlu menyalahkan siapapun," jelas Romadhon.
Muhtashor sendiri datang ke tempat praktek dukun cilik sejak sehari sebelum dia akhirnya meninggal. Dia datang seorang diri, untuk berusaha mencari pengobatan atas penyakit yang dideritanya, yaitu kembung di bagian perut yang telah diderita selama hampir 20 tahun.
"Seingat saya keluhannya kembng yang terus-terusan, dan sudah dideritanya hampir 20 tahun. Dia sendiri tampaknya sudah lelah berobat ke dokter, karena tak jelas penyakitnya dan tak kunjung sembuh," ujar Romadhon.
Selain berusaha mengobati penyakitnya, informasi yang berhasil digali detiksurabaya.com menyebutkan, kedatangan Muhtashor ke tempat praktek dukun cilik kemungkinan juga untuk mencari jalan keluar, atas kondisi dirinya yang tak kunjung mendapatkan jodoh meski usianya telah menginjak 50 tahun.
"Kemungkinan juga untuk itu Mas, kan dia itu masih jejaka. Padahal kalau dilihat dari segi harta dan fisik tidak ada yang salah," kata salah satu tetangga Muhtashor yang enggan menyebutkan namanya.
(gik/gik)











































