Dinkes Jatim: Medis Modern Tak Akan Tersaingi

Fenomena Dukun Cilik Sakti

Dinkes Jatim: Medis Modern Tak Akan Tersaingi

- detikNews
Selasa, 10 Feb 2009 13:10 WIB
Dinkes Jatim: Medis Modern Tak Akan Tersaingi
Surabaya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur tidak bisa melarang adanya praktek pengobatan yang dilakukan oleh dukun cilik sakti Ponari di Jombang. Namun diminta agar masyarakat lebih bersikap dewasa, apalagi kesaktian si dukun belum bisa dibuktikan.

"Kita tidak bisa melarang. Tapi kita tetap memantau agar tidak menimbulkan kecelakaan akibat pengobatan tersebut," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Jatim, Dr Herlin Ferliana saat berbincang dengan detiksurabaya.com melalui telepon selulernya, Selasa (10/2/2009).

Menurut Herlin, tidak semua pengobatan secara barat bisa mengobati penyakit. Pengobatan ala timur ataupun pengobatan tradisional diyakini oleh masyarakat untuk menyembuhkan.

Penyembuhan melalui akupuntur misalnya, menurut dia itu bagian dari pengobatan
tradisional. Tapi seiringnya waktu akupuntur kemudian diakui keampuhannya.

"Kadang-kadang kembali ke alam, bahannya murah. Tidak bisa menutup pengobatan
tradisional namun mereka diwajibkan untuk mendaftarkan," ungkapnya.

Tapi dia juga menyesalkan sikap masyarakat yang terkesan 'emosional' melihat keberadaan Ponari dukun sakti cilik asal Jombang.

Menurut dia masyarakat harusnya sadar karena pengobatan tersebut masih belum bisa dibuktikan 'kehebatannya'. Fenomena yang di Jombang kata dia menandakan kalau masyarakat saat ini bersikap pragmatis, asal murah dan cepat.

"Tanggung jawab kita bersama untuk memberi pengertian pada masyarakat untuk tidak gampang percaya pada sesuatu," pinta dia.

Dia mengatakan, medis modern tidak merasa tersaingi dengan keberadaan dukun seperi Ponari. Bagi mereka orang -orang seperti Ponari adalah partner. "Bukan zamannya lagi kita merasa tersaingi dengan keberadaan dukun. Ini bukan zaman 1980an," tandasnya.

Dinkes kata dia akan mengecek fenomena dukun sakti cilik tersebut. "Saya pribadi belum terjun akan tetapi teman-teman di Dinkes Jombang yang akan memantau ke sana. Kalau Jombang tidak bisa, kita akan terjun langsung ke sana," pungkasnya. (gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini