Pantauan detiksurabaya.com pukul 08.10 WIB, meski dukun yang masih duduk di bangku kelas 3 SD ini menghentikan prakteknya, para calon pasiennya tidak banyak yang tahu.
Mereka yang datang dari berbagai pelosok di Jawa Timur, bahkan pula ada yang dari Jawa Tengah maupun luar Jawa itu tetap saja datang berduyun-duyun ke Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh.
Karena praktek pengobatan sudah dihentikan sejak Senin (9/2/2009) karena jatuh korban jiwa, maka polisi dan warga setempat menutup akses jalan menuju rumah dukun cilik.
Di ujung gang yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah dukun cilik itu, warga yang berharap diobati Ponari berjubel. Akibatnya jalan desa tersebut menjadi lautan manusia.
Belum diketahui apakah Ponari hari ini akan nekat melakukan pengobatan lagi atau tidak. Sebab, detiksurabaya.com belum bisa mendekati rumah Ponari akibat dipenuhi jalan desa oleh masyarakat. (gik/gik)










































