Pingsannya ibunda membuat Ponari ikut terenyuh dan merasa kasihan. Bocah kelas 3 SD ini yang selama melakukan pengobatan selalu digendong ini pun mogok. Dia pun menghentikan pengobatannya yang digelar di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang.
Padahal saat itu ribuan orang dengan membawa air menanti celupan batu yang konon dianggap sakti bisa menyembuhkan segala penyakit yang digenggam Ponari. Pingsannya ibunda Ponari ini dibenarkan aparat kepolisian.
"Tadi ibunya pingsan karena melihat pasien anaknya makin banyak jumlahnya," kata Kapolsek Megaluh AKP Sutikno kepada wartawan di lokasi, Senin (9/2/2009).
Setelah ibunya pingsan, kata Sutikno, Ponari menolak memberikan pengobatan. Dia hanya di dalam rumah selama 1 jam. "Bahkan dia tidak mau keluar rumah dan menemui ribuan pasien-pasiennya yang sudah menunggu," ungkap Sutikno.
Saat itu polisi kata Sutikno memutuskan untuk menghalau para pasien agar meninggalkan rumah Ponari. "Kita telah berupaya keras agar tidak terjadi masalah," katanya.
Sayangnya tak lama kemudian, para pasien entah mengapa bertindak di luar kendali dan saling berebut dan beberapa orang terinjak-injak. Bahkan salah satu korban akhirnya tewas. (fat/gik)










































