Banjir Bandang Sungai Semambung Makan Korban

Banjir Bandang Sungai Semambung Makan Korban

- detikNews
Sabtu, 07 Feb 2009 15:19 WIB
Situbondo - Arus Sungai Semambung di Kecamatan Sumber Malang, Situbondo menelan korban jiwa. Fathor Rahman (35), warga Dusun Krajan, Kecamatan Besuki ditemukan tewas akibat terseret arus.

Kejadian itu berawal pada saat korban hendak ke rumah saudaranya yang berada di seberang sungai Sabtu (7/2/2009). Awalnya air sungai memang tampak bersahabat, namun arus air tiba-tiba membesar dan langsung membawa tubuh korban, yang saat itu memang sedang berusaha menyeberangi sungai.

Korban sendiri sempat berteriak meminta pertolongan, hingga warga kemudian mencoba untuk menolong korban. Namun upaya warga ini sia-sia karena arus semakin membesar.

Akhirnya korban lenyap ditelan air, puluhan warga ini terpaksa terus menyisiri sungai untuk bisa menemukan korban. Baru setelah kurang lebih 2 jam warga mencari, akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di tumpukan batu sungai.

Pertama kali yang menemukan mayat pria beranak satu ini, adalah Suwiryono, Kades desa setempat, yang kala itu juga ikut membantu warga mengadakan pencarian.

"Dia ditemukan kurang lebih 500 meter dari TKP, pada saat pencarian warga sendiri memang tidak berani untuk mencebur langsung ke sungai, karena arusnya sangat deras," tutur Suwiryono kepada detiksurabaya.com.

Sungai semambung, ujar Suwiryono memang sering terjadi bandang, namun tidak sampai menerjang rumah penduduk sekitar sungai. "Ya air memang sering datang dengan tiba-tiba, selain itu kondisi kesehatan korban katanya memang kurang sehat," tambahnya lagi.

Akibat diombang ambing arus sungai, sekujur tubuh korban banyak ditemukan bekas luka benturan, kepala korban juga tampak lebam akibat kerasnya benturan. "Di sungai kan banyak batunya pak, ya jelas berbenturan dengan tubuh dia," terang saksi mata lainnya.

Bahkan darah segar terus bercucuran dari telingan dan hidung korban. "Selain susah bernafas karena berada di dalam air, kepala korban mungkin juga mengalami gegar otak berat pak," imbuh warga lainnya yang membantu mempersiapkan prosesi pemakaman. Suasana histeris juga mewarnai prosesi pemandian mayat korban yang langsung dilakukan siang tadi

Karena tempat kejadian berada di Kecamatan Suber Malang, maka masalah tersebut menjadi kewenangan Polsek setempat. Keinginan Polisi untuk melakukan visum ditolak, karena pihak keluarga menganggap korban memang meninggal karena musibah.

"Ya kami akan minta surat pernyataan kepada pihak keluarga, atas tidak bersedianya dilakukan visum terhadap korban," terang Kapolsek Sumber Malang AKP Hendro. (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait