Para wisatawan yang terlanjur datang masih diperbolehkan masuk ke lokasi wisata, namun dibatasi hanya sampai rest area, 1 km dari kubah lava Kelud.
Pantauan detiksurabaya.com, Sabtu (7/2/2009), aktivitas para wisatawan maupun warga yang di sekitar puncak terlihat normal. Warung-warung yang ada di kawasan tersebut masih tetap buka dan tetap melayani para wisatawan.
Bau belerang juga masih tercium di sekitar rest area. Namun masih dianggap wajar oleh warga di sekitar Gunung Kelud.
Menurut Purnomo, petugas restribusi di lokasi wisata Gunung Kelud, tidak ada imbauan atau larangan bagi wisatawan naik ke gunung.
"Tidak ada imbauan dilarang naik ke atas. Yang tidak dibolehkan mendekati kubuh lava,"
ungkapnya.
Wisatawan Tidak Tahu Gas Beracun
Sementara, para pengunjung Gunung Kelud banyak yang tidak tahu kalau gunung tersebut bergolak dan mengeluarkan gas beracun dalam beberapa hari ini.
Wisatawan yang berasal dari luar Kediri ini masih terlihat santai mendekati kubah lava gunungĀ tersebut. Wisatawan domestik (wisdom) ini penasaran melihat gunung dengan tinggi 1.731 meter itu.
Ruli salah satu wisdom asal Tulungagung mengatakan dirinya tidak tahu kalau gunung tersebut mengeluarkan gas beracun dalam beberapa hari ini.
Dia datang ke kawasan itu karena penasaran dengan cerita orang-orang kalau pemandangan di kawasan tersebut sangat indah. Tapi kata Ruli kalau memang benar ada gas beracun, dia takut juga.
"Saya tidak tahu kalau lagi mengeluarkan gas beracun. Saya kesini karena penasaran," ungkapnya kepada detiksurabaya.com.
Sebenarnya tidak hanya Ruli yang datang mendekati kubah lava, beberapa pengunjung lainnya juga datang melihat. Para pengunjung ini berada sekitar 250 meter dari kubah lava. (wln/bdh)










































