Puting beliung yang berlangsung sekitar 10 menit itu terjadi pada pukul 19:25 Wib, Jumat (6/2/2009).Di Pulau/Desa Sapeken sedikitnya merusak 12 rumah warga. Genting dan sebagian teras terhempas hingga terlempar 5 meter.
Sedangkan di Pulau Sepanjang melanda Desa Tanjung Keok, Kecamatan Sapeken. Ada 10
rumah warga yang telah dilaporkan pada aparat desa yang ambruk dan 2 fasilitas umum
berupa rumah pompa air bersih dan tembok gelanggang olahraga berukuran 12x20 meter.
Tokoh masyarakat Desa/Kecamatan Sapeken, Sumenep, Joni (35) mengatakan, puting
beliung itu datang dari arah barat berbentuk kumpalan awan hitam. Lalu, berputar-putar dan menerjang pemukiman warga.
"Di Desa Sapeken ada 12 rumah yang rusak parah diterjang puting beliung," ujar Joni
dihubungi detiksurabaya.com melalui telepon, Jumat malam.
Sementara, Kepala Desa Tanjung Keok, Kecamatan Sapeken, Sumenep H Sairudin mengatakan, rumah warga yang dilaporkan rusak baru 10. Namun tidak menutup kemungkinan masih ada rumah warga lain yang ikut diterjang puting beliung.
"Puting beliung yang melanda Pulau Sepanjang kali ini benar-benar dahsyat," ujar Sairudin ketika dihubungi.
Belum diketahui pasti berapa kerugian yang dialami warga. Namun, untuk fasilitas
umum berupa gelanggang olahraga dan rumah pompa air bersih mencapai Rp 75 juta. "Untuk kerugian rumah warga serta pendataan jumlah rumah yang rusak masih berlangsung," pungkasnya. (gik/gik)











































