Mereka meminta masyarakatnya meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang beraktifitas di sekitar lereng gunung.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbanglinmas) Kabupaten Blitar menyebutkan, efek dari terjadinya semburan gas beracun di kubah lava Gunung Kelud, saat ini aliran air di Sungai Bladak mengalami peningkatan suhu, menjadi 75 sampai 89,8 derajat celcius.
"Informasi itu saya dapatkan dari Pak Khoirul Huda, Kepala Pengamatan Pos Pantau
Margomulyo tadi siang," kata Kepala Bakesbanglinmas Kabupaten Blitar, Agus Pramono
saat dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telepon selulernya, Jumat (6/2/2009).
Dikatakannya pula, permintaan meningkatkan kewaspadaan ini terutama disampaikan
kepada masyarakat yang beraktifitas di lereng gunung dan di sepanjang aliran Sungai
Bladak.
"Yang paling nyata adalah penambang pasir dan pencari batu. Meski kami mengimbau agar masyarakat waspada, tapi jangan terlalu panik. Pemerintah daerah akan selalu siap apabila memang kondisinya memburuk," ujar Agus.
Di Kabupaten Blitar terdapat 3 kecamatan dengan 21 desa/kelurahan yang masuk dalam
peta rawan bencana letusan Gunung Kelud. 3 kecamatan tersebut adalah Gandusari,
Garum dan Nglegok.
"Berdasarkan data tahun 2008, di 3 kecamatan tersebut ada 80.510 jiwa yang terancam apabila Gunung Kelud kembali meletus. Tapi pada dasarnya kami telah siap dengan segala kemungkinan yang ada," tegas Agus. (gik/gik)










































