Menurut warga longsornya tebing sepanjang 100 meter terjadi Jumat (6/2/2009) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB.
"Kebetulan rumah saya yang paling dekat dengan lokasi longsor. Suaranya saya dengar keras bergemuruh seperti petir," kata Sukirman, salah satu warga Desa Bumi Rejo saat dikonfirmasi wartawan di rumahnya.
Selain jalan putus, aktivitas jual beli hasil pertanian tersendat. Warga harus mengeluarkan biaya lebih besar, karena mereka harus berputar melalui jalan alternatif dengan jarak yang lebih jauh.
Selain itu, tanah longsor juga mengakibatkan kendaraan yang akan menuju ke Kota Blitar terpaksa harus dialihkan, dengan melalui jalur alternatif.
"Kalau mau ke kota lewat Desa Kalimanis ya kira-kira harus berputar 12 Km. Tapi kalau lewat Desa Bumi Rejo harus berputar 5 Km saja," tambah Sukirman.
Hingga pukul 15.30 WIB, aktivitas pembersihan material longsoran masih terus dilakukan aparat gabungan Koramil Kesamben dan Polres Blitar yang dibantu warga.
Sementara secara terpisah Komandan Koramil Kesamben, Letnan (Infantri) Kasmolan saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, proses pembersihan material longsoran diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup lama. Pihaknya pun meminta masyarakat bersabar dan bersedia menggunakan jalur alternatif yang telah ditentukan polisi.
"Sebelumnya kami minta maaf, kegiatan ini akan lama. Anda lihat sendiri alat yang kami gunakan seadanya, karena memang tidak gampang membawa alat berat ke lokasi ini," ujar Kasmolan.
Dia pun mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati. Pasalnya terjadinya longsor susulas diperkirakan bisa terjadi. Mengingat kondisi tanah di tebing longsor sangat labil dan masih tingginya curah hujan. (fat/fat)











































