Warga terlihat kompak menjual ayamnya dengan harga murah di Pasar Ayam Tuban. Ayam jantan besar yang semula bisa laku hingga Rp 100 ribu per ekor, kini dijual Rp 25 ribu. Untuk ayam doro (muda) dan ayam panggang yang biasanya laku Rp 35.000-Rp 45.000, hanya dijual Rp 15.000 per ekor.
"Kami takut, jangan-jangan ayam saya juga terserang flu burung. Daripada nanti malah menyerang anak saya, lebih baik ayamnya saya jual," kata Untung (37), warga Bektiharjo yang ditemui detiksurabaya.com di Pasar Ayam Tuban, sekitar 2 Km arah utara Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban.
Senada yang diungkapkan warga lain. Dia sengaja menawarkan ayamnya ke pedagang ayam keliling. Tentu saja penjualan ayam murah di Desa Bektiharjo mengundang pedagang ayam keliling lainnya. Terhitung ada 13 pedagang ayam keliling datang ke desa tersebut. Mereka memborong ayam warga dan dijual kembali di pasar-pasar desa.
"Lumayan pak, mungkin sudah rezeki bisa kulakan ayam murah," kata Abdul Kohar (32), pedagang ayam keliling bertubuh gemuk saat ditemui secara terpisah di pertigaan Desa Bektiharjo.
Kohar pun melayani sejumlah warga yang berdatangan dan menawar harga ayamnya.
Sebelumnya, Subdin Peternakan Dinas Pertanian Tuban menyatakan jika ayam-ayam milik warga Dusun Krajan, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban positif flu burung. Hasil itu diketahui saat petugas membongkar bangkai ayam yang sudah dikubur. Hasil pendeteksian membuktikan, penyebab matinya unggas karena virus flu burung. (fat/fat)










































