Bocah SD Dijadikan Budak Seks Ayah Tiri Selama 3 Bulan

Bocah SD Dijadikan Budak Seks Ayah Tiri Selama 3 Bulan

- detikNews
Kamis, 05 Feb 2009 16:06 WIB
Kediri - Nasib malang menimpa sebut saja Sekar (12), siswi kelas V SDN Plaosan, Kabupaten Kediri. Di bawah ancaman akan ditelantarkan dan tidak disekolahkan, dia harus menerima nasib menjadi budak seks ayah tirinya.

Dari informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, Sekar harus melayani nafsu bejat sang ayah tiri sebanyak 7 kali sejak pertengahan Oktober 2008, hingga akhir Januari 2009.

Kejadian tersebut bermula saat ibu kandung korban menikah lagi dengan Katimin (45), seorang ahli pembuat gigi palsu, dan memiliki latar belakang pendidikan sarjana agama. Sejak saat itu, korban harus hidup diantara ibu kandung dan ayah tiri.

Sedangkan kasus pemerkosaan terjadi ketika usaha ibunya sebagai pedagang di pasar desa mulai lancar. Sejak itu, korban mulai sering ditinggal sendirian di rumah bersama ayah tirinya. Melihat kesempatan itu, sang Katimin tergiur untuk menikmati kemolekan tubuh anak tirinya. Dengan paksaan serta ancaman, dia berhasil menggauli anaknya hingga 7 kali.

"Hasil pemeriksaan yang kami lakukan, perkosaan selalu dilakukan di kamar tidur sang ayah tiri. Hal itu dilakukan dengan ancaman, korban tidak akan disekolahkan dan tidak diberi makan," kata Kapolsek Wates AKP Wahyudi dalam gelar perkara di Mapolsek Wates, Kamis (5/2/2009).

Ironisnya, awal Januari 2009 kejadian perkosaan terhadap anaknya sebenarnya diketahui oleh sang ibu kandung korban. Namun bukannya dilindungi, korban justru dipukul dan diminta bungkam oleh ibu kandungnya.

"Jadi korban sempat melapor, tapi justru diminta diam. Oleh karena itu, ibu kandung korban saat ini juga kita periksa dan tidak menutup kemungkian juga jadi tersangka," ujar Wahyudi.

Sementara terbongkarnya kejadian tersebut bermula saat ayah kandung Sekar bertandang ke rumah korban dengan tujuan menengok. Saat itu, korban langsung melaporkan kejadian yang menimpanya dan cerita tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Wates.

"Pelaku kita tangkap, korban kita panggil dan kita periksakan. Hasilnya positif dia telah menjadi korban perkosaan," ungkap Wahyudi. (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini