Aksi yang kedua kali ini terbongkar saat korbannya, Muklis (26) melapor ke polisi. Saat kejadian, 31 Januari 2009 lalu korban kaget saat masuk ke rukonya dan mendapati beberapa barangnya hilang. Seperti celana jeans, T Shirt dan uang tunai.
Lima pelajar itu yakni berinisial BS, MB, ZR warga Desa Sumbersuko, Kecamatan Tajinan yang masih kelas III SMP dan MT dan MR yang masih kelas 6 SD. Dari kelima pelaku, polisi menemukan sebuah linggis, tang dan beberapa pakaian.
"Kami tangkap para pelaku dari hasil penyelidikan. Melihat usianya mereka masih muda. Tapi modus yang dilakukan sudah profesional dengan membobol tembok ruko menggunakan linggis," ujar Kasatreskrim Polresta Malang AKP Kusworo Wibowo pada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (5/2/2009).
Kepada penyidik, MB mengakui jika linggis tersebut adalah miliknya. Dia juga mengaku ide pertama kali membobol ruko milik Muklis (26), warga Jalan Mergosono, Kota Malang akhir Januari 2009 lalu.
"Saya masuk bersama BS untuk mengambil beberapa kaos. Karena hanya ada itu (Celana dan T Shirt) saat kami berhasil masuk," kata Mubasir.
Sementara dari pengakuan mereka, kekompakan menuri itu lantaran menjadi teman sepermainan. "Maunya hasil mencuri untuk jajan," ungkap MT kepada detiksurabaya.com di ruang UPPA Polresta Malang. (fat/fat)











































