Wabah itu baru diketahui warga setelah ayam yang mati diteliti Subdin Peternakan Dinas Pertanian Pemkab Tuban, Sulistiyorini. Warga pun bergotong royong menyemprot hewan piaraan jenis unggas di desanya.
Kasubdin Peternakan Dinas Pertanian Tuban yang ditemui wartawan menyatakan, pihaknya berharap jika warga yang mengalami panas dingin, demam tinggi segera dilaporkan ke Dinas Kesehatan atau Puskesmas terdekat.
"Ini untuk langkah antisipasi jika sewaktu-waktu ada warga yang sakit demam. Kita akan meneliti masalah vius di Desa Bektiharjo," kata Sulis kepada wartawan di lokasi, Kamis (5/2/2009).
Sementara informasi yang dihimpun detiksurabaya.com dari warga Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban menyebutkan, geger virus flu burung mulai dirasakan warga sejak dua hari lalu. Pasalnya, ada 50 ekor ayam milik warga mati mendadak, Rabu (4/2/2009).
Matinya ayam itu dilaporkan warga ke Kepala Desa Bektiharjo, Restu. Dan Restu melaporkan ke Subdin Peternakan Pemkab Tuban. Petugas pun memberi bantuan obat Destasan untuk penyemprotan.
Terbongkarnya virus itu setelah petugas Subdin Peternakan membongkar bangkai ayam yang sudah dikubur. Hasil pendeteksian membuktikan, penyebab matinya unggas karena virus flu burung.
"Memang belum ada warga yang terjangkit virus, tapi kita harus melakukan langkah antisipasi agar virusnya tidak sampai menyerang warga," kata Restu kepada wartawan di sela-sela penyemprotan di Dusun Krajan, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban.
Dia mengungkapkan, hasil pendataan dari perangkat desa terhadap warga belum menemukan ada warga yang sakit terkena virus flu burung. Meski begitu, mulai saat ini warga diminta cepat melapor jika ada keluarganya yang terkena sakit demam. (fat/fat)











































