Terakhir, virus flu burung terdeteksi menyerng ratusan ayam kampung di beberapa desa. Yakni, Desa Bulurejo Kecamatan Purwoharjo, Desa Kabat Kecamatan Kabat, Rabu (4/2/2009).
Sebelumnya, ratusan ayam kampung di Kelurahan Karangrejo Kecamatan Banyuwangi Kota, Desa Genteng Wetan Kecamatan Genteng menjadi korbannya, Senin (2/2/2009). Bahkan, dua pekan sebelumnya, kasus flu burung pada unggas juga diketahui menyerang puluhan unggas di Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari.
Dengan meluasnya virus flu mematikan ini dalam waktu yang relatif cepat, kawasan Banyuwangi dinyatakan sebagai wilayah endemis virus H5N1. Namun warga diharap untuk tidak resah. Sebab status tersebut hanya untuk unggas.
"Banyuwangi saat ini waspada flu burung. Atau dengan kata lain ini merupakan kejadian luar biasa. Namun hanya kasus pada unggas," jelas M Lukman Hadi, ketua satuan petugas Partisipatory Diasease Surveylance and Respont (PDSR), dari Dinas Peternakan Banyuwangi saat melakukan penyemprotan disinfektan di Desa Bulurejo Kecamatan Purwoharjo, Rabu (4/2/2009).
untuk mencegah terjadinya suspect pada manusia, lanjut Lukman, Dinas Peternakan akan berkerjasama dengan Dinas kesehatan, guna memantau perkembangan kasus yang sudah dalam taraf mengkhawatirkan ini. Namun sejauh ini, penularan virus H5N1 pada manusia belum diketemukan.
Selanjutnya, pengontrolan pada arus lalu lintas ternak (unggas), khususnya daerah yang ditemukan kasus flu burung akan diperketat. Sebab hal itu salah satu faktor media penyebaran virus ke daerah lain.
"Lingkungan yang terdeteksi terjangkit virus harus disemprot disinfektan selama 2 minggu berturut-turut. Pasca itu tidak ada yang mati lagi artinya unggas sudah aman lagi," jelas laki-laki berkacamata ini.
Dia juga mengingatkan pada warga, agar menjaga kebersihan kandang unggasnya. Selain itu, jika ada unggas yang mati terjangkiti flu burung agar dibakar sebelum akhirnya dipendam. Tak kalah penting, basuh bagian tubuh apabila habis kontak dengan unggas. (bdh/bdh)











































