Gara-gara 'Pelangi di Matamu', Pelajar SMP Digampar Guru

Gara-gara 'Pelangi di Matamu', Pelajar SMP Digampar Guru

- detikNews
Rabu, 04 Feb 2009 15:38 WIB
Malang - Kasus kekerasan di lingkungan pendidikan kembali terjadi di Kota Malang. Seorang pelajar bernama Handaru Danarjati (16), siswa kelas 9 SMPN 10 menjadi korban pemukulan yang dilakukan oleh seorang guru berinisial SDR (40).

Peristiwa ini terjadi saat korban menyanyikan lagu milik Jamrud berjudul 'Pelangi di Matamu' dengan diiringi gitar di depan ruang perpustakaan sekolah.

M Yusuf, orangtua korban saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya Jalan Danau Limboto Perum Sawojajar, Kota Malang, Rabu (4/2/2009) menerangkan, pada saat kejadian, sekolah menggelar acara pentas seni seusai ujian semester bulan lalu.

Saat itu menurut Yusuf, korban bersama teman-temannya asyik menyanyikan lagu milik Jamrud. Namun, tiba-tiba anaknya langsung dipanggil oleh pelaku. Diduga pelaku tersinggung dengan lirik lagu yang dinyanyikan korban. Pelaku kemudian melayangkan pukulan.

"Entah alasannya apa anak saya langsung dipukul dibagian wajah berulang kali. Beberapa pukulan itu sempat mengena bagian pipi anak saya sebanyak 2 kali," kata Yusuf.

Yusuf menambahkan, pihaknya pernah meminta klarifikasi mengenai kejadian yang dialami oleh anaknya ke pihak sekolah. Hingga kini, pihak sekolah belum dapat memberikan kepastian tindakan terhadap oknum guru yang bertugas di Badan Konseling (BK) itu.

"Kami ini minta ditemukan pada pelaku agar jelas apa permasalahan yang terjadi. Tapi pihak sekolah tidak merespon dengan baik. Bahkan mengancam saya untuk tidak mempublikasikan kasus ini," ungkap Yusuf seraya mengatakan bakal membawa kasus ini ke jalur hukum nantinya.

Sementara itu pihak SMP Negeri 10 membenarkan adanya kejadian itu. Kini, pihak sekolah telah memberikan sanksi kepada pelaku melalui pembinaan.

"Tindakan sudah kami lakukan melalui pembinaan. Jika terjadi kembali, yang bersangkutan akan kami mutasi," tegas seorang seorang guru SMPN 10 yang enggan disebut identitasnya saat ditemui detiksurabaya.com Jalan Mayjen Sungkono, Malang.

Dijelaskan, pada waktu kejadian itu siswa yang dituding menjadi korban pemukulan sedang memainkan gitar. Dalam lirik lagu yang dinyanyikan terdapat syair 'bola matamu' bertepatan dengan SDR melintas.

"Mungkin lirik itu menyinggung SDR, kemudian bersikap seperti itu," tambah guru itu

Pihak sekolah juga membantah tindakan yang dilakukan SDR adalah bentuk pemukulan. "Kalau pemukulan pasti ada bekas lebam atau memar," pumgkasnya. (bdh/bdh)
Berita Terkait