Warga yang rumahnya hanya 10 meter dari bibir sungai mulai mendirikan tenda pengungsian di tanggul sungai yang tak jauh dari rumah mereka.
"Air baru masuk mulai dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Kami sekeluarga dan warga lain langsung berkemas untuk mengungsi," kata salah satu pemilik rumah, Rochim (40) kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Rabu (4/2/2009).
Selain sudah mulai masuk ke rumah warga Desa Bedahan, air juga masuk ke Desa Truni Kecamatan Babat. Derasnya air nyaris memutuskan jalan desa. Bahkan puluhan hektar sawah dan jagung yang siap panen gagal panen karena nyaris tak terlihat tanamannya.
Sebagian kecil para petani terpaksa memanen dini padi mereka. Namun masih banyak yang tidak bisa dipanen karena air masih terlalu tinggi. Sementara air belum masuk ke rumah warga dan hanya menggenangi pekarangan rumah. (fat/fat)










































