"Kita coba jajaki lokasi jebolnya tanggul. Alat berat kita datangkan begitu juga bronjong," kata Wakil Ketua Satlak PBP Jember, Edy Budi Susilo kepada wartawan, Selasa (3/2/2009).
Sementara hari ini Dinas Pengairan Jember meninjau lokasi untuk mengetahui sejauh mana tanggul harus dibetulkan.
"Juga untuk mengetahui kapan tanggul bisa benar-benar ditambal," imbuhnya.
Penutupan tanggul sungai yang jebol belum bisa dilakukan hari ini karena tanah tanggul di sekitarnya yang jebol masih labil. Petugas hanya meninjau lokasi dan mendatangkan bronjong di sekitar lokasi.
"Dan jika hujan tidak turun lagi, kita siap menutup tanggul," ujarnya.
Jebolnya tangkis Sungai Bondoyudo Kecamatan Kencong telah merendam 1.000 rumah di Desa Paseban dan Kraton dan membuat 3.500 orang mengungsi. Selain merendam ribuan rumah, sekitar 1.000 hektar sawah juga terendam air. (fat/fat)










































