Korban banjir yang dilanda penyakit kebanyakan anak-anak. Mereka terpaksa mandi air banjir yang kotor karena tidak ada air bersih. Sedangkan Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat terlambat untuk menangani penyakit yang menyerang warga.
Bahkan bantuan sembako dari Satlak Penanggulangan Bencana belum disalurkan ke korban bajir. Untuk bantuan saat ini hanya dari PMI Kabupaten Lumajang yang menyalurkan nasi bungkus yang terbatas di Desa Kalibanter.
"Kok nasi bungkus, kok bukan sembako," kata Sunarji warga Desa Kalibanter saat menerima bantuan nasi bungkus dari PMI.
Pantauan detiksurabaya.com di Kecamatan Rowokangkung, Selasa (3/2/2009) hanya berdiri satu Posko Banjir dari PMI Kabupaten Lumajang. Air di Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung masih mencapai ketinggian 1,5 meter.
Sementara itu. Kepala Desa Rowokangkung Muhammad Saiful Huda mengaku pihaknya masih menunggu bantuan dari Pemkab Lumajang.
"Warga saya sering bertanya mana bantuanya pak, kok belum ada kami sudah kelaparan 2 hari," ungkap Saiful Huda saat ditemui Kantor desa setmpat. (bdh/bdh)










































