Panen Jagung, Warga Sumenep Gelar Karapan Kambing

Panen Jagung, Warga Sumenep Gelar Karapan Kambing

- detikNews
Minggu, 01 Feb 2009 10:38 WIB
Panen Jagung, Warga Sumenep Gelar Karapan Kambing
Sumenep - Menandai panen jagung tahun 2009, warga Kabupaten Sumenep, Madura menggelar karapan kambing di lapangan Kecamatan Bluto. Kerapan yang diikuti 78 kambing betina tersebut berasal dari berbagai daerah di Sumenep.

Karapan kambing yang biasanya jadi ajang lomba mirip kerapan sapi, kali ini digelar sebagai sikap syukur dan tolak balak pada panen jagung pertama. Tak ayal jika pada suasana kerapan kambing ini, banyak kambing yang pernah menyandang kejuaraan.

Karapan kambing betina dilapangan sepanjang 160 meter tersebut, dilepas oleh juru lepas di garis stard. Pada kanan kiri lapangan juga diberi batas dengan bambu dan gedek agar lari kambing bisa lurus. Sedangkan di garis finish juga dijaga oleh panitia.

Salah seorang juru lepas karapan kambing, Kadir (45) warga Desa/Kecamatan Bluto, Sumenep, mengatakan, pada kerapan kambing kali ini diikuti oleh para juara diberbagai even sebelumnya.

"Kambing yang sudah mendapat juara itu diikutkan dalam acara tasyakuran dan tolak balak pada panen jagung pertama ini," kata Kadir pada detiksurabaya.com di lapangan kerapan kambing Kecamatan Bluto, Sumenep, Minggu (1/2/2009).

Kambing betina yang diikutkan dalam karapan mendapat perlakuan khusus, selain diberi jamu penguat otot yang dicampur dengan telur ayam kampung, juga seringkali dimandikan agar tidak ada kotoran yang lengket.

Selain itu, agar larinya kencang pada saat dikarap juga diberi berbagai macam aksesoris seperti plastik dan kaleng bekas yang didalamnya terdapat kerikil sehingga saat bergerak bisa berbunyi nyaring serta keleles (kalau dikarapan sapi tempat joki) sebagai tempat aksesoris.

Tidak hanya itu, jika pada lomba yang memperebutkan kejuaraaan, di bagian tubuh tertentu diberi paku kecil dan dioles dengan balsem, semisal di daun telinga dan dipangkal ekor. Tujuannya, agar kambing lari cepat dan memenangkan perlombaan.

Kambing yang sering menang dalam even-even besar mempunyai harga tinggi. Bagi para juara mematok Rp 20 juta sampai Rp 30 juta per ekor kambing betina. Sedangkan kambing yang dinilai mempunyai potensi untuk memenangkan even tertentu dipatok Rp 3 juta sampai Rp 7 juta.

Salah seorang pemilik kambing bintang timur, Faisol (39) warga Desa Aeng Dake Kecamatan Bluto, Sumenep mengatakan, setiap kali ikut even besar selalu mendapat juara I.

"Karena sering mendapat juara, banyak orang yang mau membeli kambing saya ini seharga Rp 30 juta," ujar Faisol pada detiksurabaya.com di lapangan kerapan kambing Kecamatan Bluto, Sumenep.

Karapan kambing yang menjadi potensi wisata, juga menjamur di Kabupaten Pamekasan dan Sampang. Para pemilik kambing membentuk paguyuban dan seringkali menggelar kejuaraan tingkat Madura.

Bahkan, bagi pemilik kambing pemula juga diberi peluang untuk ikut serta pada lomba-lomba tingkat desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten. (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait