Informasi yang berhasil digali detiksurabaya.com menyebutkan, 2 korban tewas yakni Suwandi (27) dan Rahman (50), warga Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, yang tercatat sebagai buruh lepas bagian pemupuk tanaman di Perkebunan Margomulyo.
Peristiwa bermula saat truk tangki pengangkut pupuk cair bernopol AG 8104 UD dan dikemudikan oleh Marsono, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Pare, akan ke perkebunan nanas melalui jalan setapak. Saat perjalanan dua korban tewas dan 3 rekannya yang selamat berada di atas tangki.
Sesaat sebelum truk tangki tiba di lokasi perkebunan yang akan dipupuk, ban bagian kanan belakang terperosok ke kubangan lumpur dan truk oleng. 5 buruh yang ada di atasnya secara spontan langsung meloncat menyelamatkan diri.
Namun naas bagi dua korban, tepat saat berhasil meloncat ke tanah, secara bersamaan tangki yang penuh berisi pupuk cair ikut terguling dan mengenai tubuh mereka. Akibatnya, keduanya tergencet dan tewas seketika di lokasi kejadian.
"Sepengetahuan saya kejadiannya seperti itu. Dua korban meloncat, tapi saat bersamaan tangki ini ambruk dan mengenai keduanya," kata Sunaji (48), salah satu petugas keamanan di Perkebunan Margomulyo kepada wartawan, Sabtu (31/1/2009).
Hal senada diungkapkan Marsono, sopir truk tangki. Dia mengaku sempat mendengar kedua korban mengerang, namun tak menyangka jika penumpangnya tersebut tewas tergencet. "Saat tangki terguling saya keget, dan semakin kaget saat mendengar keduanya megerang kesakitan," ujarnya.
Meski truk terguling, Marsono tidak mengalami luka yang parah. Dia hanya mengalami luka ringan di bagian tangan dan kepala, setelah terbentur body truk. Sementara untuk proses penyelidikan lebih lanjut, kedua jasad korban langsung dilarikan ke RSUD Pelem Pare, guna dilakukan otopsi.
Secara terpisah, anggota kepolisian dari Polsek Ngancar yang enggan menyebut nama mengatakan, hasil pemeriksaan sementara penyebab kecelakaan akibat kelalaian pengemudi, dengan tidak mengecek kondisi kendaraan yang hendak dikemudikannya.
"Sampeyan juga lihat sendiri, bannya sudah gundul. Tapi itu baru perkiraan, dan untuk pastinya pasti harus dilakukan penyelidikan terlebih dahulu," ujarnya. (fat/fat)











































