Akan Menolong Adik, Sidik Hanyut di Sungai Samiran

Akan Menolong Adik, Sidik Hanyut di Sungai Samiran

- detikNews
Sabtu, 31 Jan 2009 11:48 WIB
Pamekasan - Siapa sangka ajal Sidik (25) berakhir di Aliran Sungai Samiran yang membelah kota Pamekasan, Madura. Setelah puas joging di lapangan sepak bola Jalan Sinhaji pagi tadi, Sabtu (30/1/2009), Sidik bersama Dina (15) adik angkatnya dan Sugianto (30) kakaknya akan mencuci kakinya yang penuh lumpur.

Sesampainya di tangkis sungai, Dina menuruni tangga bambu. Disusul Sidik lalu Sugianto. Karena tangkis sungai licin setelah hujan semalaman, tiba-tiba Dina terpeleset dan tercebur sungai. Melihat adiknya tercebur, spontan Sidik terjun untuk menolong. Mendapati kedua adiknya tercebur sungai, Sugianto memotong sebatang bambu yang tumbuh di tangkis sungai.

"Tangan Dina berhasil meraih batang bambu lalu saya tarik ke tepi sungai. Tapi, Sidik terseret aliran sungai dan menghilang," tutur Sugianto yang ditemui di tangkis Sungai Samiran.

Kabar Sidik hilang terhanyut Sungai Samiran, mengundang ratusan warga Desa Laden. Sejumlah warga tampak membantu mencari Sidik. Sejak pukul 08.00 WIB, ratusan warga yang mencari Sidik kian bertambah banyak.

Namun, pencarian tanpa alat penyelam itu tetap tak membuahkan hasil. Sejam kemudian, Tim SAR Brimob Polwil Madura ikut menyisir alur Sungai Samiran hingga ke arah Kelurahan Patemon. Namun tubuh Sidik tetap belum ditemukan.

Hingga pukul 11.30 WIB, tim SAR Brimob melanjutkan pencarian ke arah Desa Lemper. Tapi, upaya pencarian masih menemui jalan buntu. Sidik masih belum ditemukan.

Secara terpisah, Ny Si'ah, ibu kandung Sidik tampak berduka. Ny Si'ah tampak memeluk erat Dina, anak angkat yang diasuhnya sejak kecil. Kondisi Dina seperti orang sedang kesurupan. Matanya hanya menatap kosong. Mulutnya tampak menggigit jemari kedua tangannya.

Sesekali tubuhnya menggigil. Saat ditanya kenapa sampai tenggelam, Dina hanya bisa menggelang tanpa satu patah kata pun meluncur dari mulutnya. Melihat kondisi anaknya, Ny Si'ah dengan sopan meminta wartawan agar tidak mengganggu putri angkatnya itu. (fat/fat)
Berita Terkait