Jembatan itu merupakan jalan utama yang menghubungkan dua dusun antara Mrapah dengan Gebang Desa Panti.
"Jembatan tersebut baru dibangun tahun 2006, setelah banjir Panti tiga tahun lalu. Sementara ini ratusan warga di dua dusun tersebut terisolir," kata Yahya, Camat Panti kepada wartawan.
Yahya juga menyebut sebuah tangkis di Dusun Glundengan, Panti, rusak akibat tidak kuat menahan volume air sungai yang sangat deras.
Sementara itu, sedikitnya 40 rumah lebih di Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, terendam luapan air dari sungai Argopuro. Ketinggian air mencapai sepaha orang dewasa. Tidak ingin barang berharganya rusak akibat banjir, warga menyelamatkan barang-barang milik mereka.
Akibat banjir yang menggenangi wilayah tersebut, sebuah rumah warga roboh hingga hanyut terbawa air, dan sebanyak 30 hektar sawah gagal panen.
Banjir juga menggenangi sejumlah kawasan di Kecamatan Kaliwates. (bdh/bdh)











































