Menuai Berkah di Petilasan Sri Aji Joyoboyo

Menuai Berkah di Petilasan Sri Aji Joyoboyo

- detikNews
Jumat, 30 Jan 2009 08:16 WIB
Menuai Berkah di Petilasan Sri Aji Joyoboyo
Kediri - Jelang pelaksanaan pemilihan legislatif dan presiden, beberapa tempat keramat sering dijadikan jujugan ngalab berkah. Salah satunya Petilasan Sri Aji Joyoboyo Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kediri yang dipercaya dapat mempermudah terkabulnya hajat politik.

"Hampir setiap hari ada saja yang datang, mulai dari caleg sampai pejabat suatu instansi. Dalam sehari jumlah yang datang bisa 3 sampai 5 orang," kata kuncen Petilasan Sri Aji Joyoboyo, Amin Kamdari (57) kepada detiksurabaya.com saat ditemui di lokasi, Jumat (30/1/2009).

Nama besar dan kemashuran ramalan dari Sri Aji Joyoboyo sebagai Raja Kadhiri, diakui Amin sebagai daya tarik hingga mendatangkan banyak pelaku dunia politik datang ke lokasi tersebut. Ramalan itu berisi perkiraan kejadian yang akan terjadi di kemudian hari, bahkan jauh saat waktu itu akan datang.

"Kalau sampean mungkin belum ngerti, karena masih kecil. Tapi kalau sudah memahaminya, pasti tidak akan menyangka ternyata apa yang terjadi saat ini ada dalam jongko itu," ujar Amin.

Amin mencontohkan, terjadinya letusan dahsyat Gunung Kelud tahun 1951 silam, salah satu bukti ramalan dalam Jongko Sri Aji Joyoboyo. "Kejadian itu kan dikenal dengan sebutan Kediri dadi kali, Blitar dadi latar. Jadi jauh saat kejadian itu belum terjadi, Sri Aji Joyoboyo sudah bisa memperkirakannya," ungkap Amin.

Saat ditanya tentang bukti nyata mempermudah terkabulnya hajat politik, Amin menyebut sejumlah nama pejabat di Indonesia, yang pernah datang ke lokasi tersebut dan bisa menduduki jabatan penting.

"Percaya nggak percaya ini nyata. Saya ingat betul bagaimana Ibu Megawati, Harmoko, petinggi TNI AD sampai yang terakhir kemarin Pak Prabowo datang ke tempat ini. Dan ternyata benar, mereka yang datang pasti terkabulkan hajatnya," jelasnya serius.

Dia menjelaskan, pelaku dunia politik banyak yang mempercayai keberadaan Petilasan Sri Aji Joyoboyo sebagai tempat ngalab berkah. Bahkan kemungkinan masih ada arwah Sri Aji Joyoboyo di lokasi yang mampu membuat manjur bagi orang yang datang.

"Tempat ini kan hanya petilasan yang dibangun, karena Sri Aji Joyoboyo diketahui terakhir kali nampak disini. Panjenenganipun kan tidak mati, tapi mukso yang mungkin saat ini memang masih ada di sini," tegasnya.

Sementara secara terpisah, salah seorang calon anggota legislatif dari Kabupaten Kediri yang enggan menyebut nama mengatakan, sengaja datang ke lokasi untuk ngalab berkah. Agar hajat untuk mencalonkan diri dapat terkabul dengan terpilih sebagai wakil rakyat.

"Saya ini juga diberitahu teman, katanya kok manjur. Nggak ada salahnya kan mencoba, apalagi saya juga tidak menganggapnya sebagai tuhan," ujar lelaki yang mengaku dari partai berwarna biru muda tersebut. (fat/fat)
Berita Terkait