Marak Flu Burung, Omset Pedagang Unggas Terjun Bebas

Marak Flu Burung, Omset Pedagang Unggas Terjun Bebas

- detikNews
Kamis, 29 Jan 2009 12:28 WIB
Marak Flu Burung, Omset Pedagang Unggas Terjun Bebas
Surabaya - Banyaknya unggas yang mati mendadak karena flu burung, berdampak pada pedagang unggas di Banyuwangi. Mereka mengaku penjualannya menurun hingga 50%.

Dari pantauan detiksurabaya.com di beberapa pasar unggas tradisional di wilayah Banyuwangi Selatan, pedagang unggas mengaku jika penurunan itu diduga rasa khawatir berlebih dari pembeli.

Dengan kasus tersebut, para pedagang terpaksa menurunkan harga dagangannya. Padahal unggas-unggas itu dibeli dengan harga normal.

"Ayam jago kampung biasanya saya jual Rp 75 ribu-Rp 85 ribu per ekornya, kini saya banting harga hingga Rp 50 ribu per ekornya," jelas Sukiman, pedagang unggas di pasar tradisonal Desa Jajag Kecamatan Gambiran saat ditemui detiksurabaya.com, Kamis (29/1/2009).

Hal senada diungkapkan Siti (35), pedagang unggas asal Dusun Krajan Desa Sembulung Kecamatan Cluring. Pedagang yang mangkal di pasar pagi Desa Bangorejo Kecamatan Bangorejo ini mengaku merugi hingga ratusan ribu rupiah.

Sebab, beberapa unggas yang siap jual sempat menjadi korban keganasan virus H5N1. Para pedagang berharap dinas terkait untuk segera mencegah penularan virus mematikan tersebut yang terindikasi mulai menyebar.

"Saya cuma bisa berharap kantor dinas yang mengurusi ternak bisa segera mungkin bertindak agar kerugian kami tidak semakin banyak," harap Siti sambil memasukkan puluhan unggas dagangannya yang saat itu tak satu pun laku terjual.

Kecemasan masyarakat bukan tanpa alasan, sebab di beberapa wilayah Banyuwangi, seperti Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Banyuwangi dan Desa Kedungdoro Kecamatan Tegalsari, Selasa (26/1/2009) ditemukan puluhan ayam kampung mati secara mendadak.

Hasil pengujian cepat atau rapid test petugas Dinas Peternakan Banyuwangi menyebutkan, jika ayam-ayam itu mati setelah terinfeksi virus H5N1 atau virus flu burung. (fat/fat)
Berita Terkait