Massa mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Nganjuk Jalan Gatot Subroto. Di lokasi tersebut, mereka meminta dukungan moral agar anggota dewan bersedia mendampingi mereka saat menyampaikan tuntutannya ke pemerintah daerah.
Setelah mendapat dukungan dari 3 anggota dewan, ribuan GTT/PTT melanjutkan aksinya dengan longmarch menuju Kantor Bupati Nganjuk yang berjarak 5 KM.
Otomatis aksi yang mendapat kawalan ketat polisi sempat memacetkan ruas Jalan Nganjuk-Madiun. Antrean panjang kendaraan terpaksa harus mengalah saat mereka melakukan longmarch.
Dalam perjalanan menuju Kantor Bupati Nganjuk, massa menggelar aksi teatrikal dengan membawa keranda mayat, sepasang batu nisan bertuliskan nama pejabat BKD Kabupaten Nganjuk dan replika pocong serta manuasia kera.
Selain itu mereka juga membentangkan sejumlah poster dan spanduk berisi kecaman kepada pejabat bersangkutan. Antara lain: "Forum GTT/PTT Kabupaten Nganjuk turut berduka cita atas matinya hati nurani pemerintah daerah".
Sementara di sela-sela perjalanan menuju Kantor Bupati Nganjuk, koordinator aksi, Sujianto (38) mengatakan, aksi kali ini merupakan tindak lanjut kedatangan massa ke Kantor BKN Jakarta yang tak membuahkan hasil maksimal.
"Kami merasa dipingpong, karena BKN justru menganggap pengangkatan kami tanggungjawab pemerintah daerah. Sampai kapan pun kami akan terus menuntut, bagaimana kejelasan nasib kami ini," tegasnya kepada detiksurabaya.com.
Saat ini, ribuan GTT/PTT sedang melakukan aksi teatrikal dan orasi di Kantor Bupati Nganjuk, dan hingga berita ini dituliskan belum ada satupun pejabat yang menemui mereka. (fat/fat)











































