Bagi pelanggan yang masuk di blok I tarif semula Rp 4.500 Kwh/meter menjadi Rp 5.300 Kwh/meter. Blok II awalnya Rp3 ribu Kwh/meter menjadi Rp 3.900 Kwh/meter. Sedangkan beban (abonemen) yang 2 amper sebesar Rp 60 ribu dan untuk pengguna 4 amper Rp 75 ribu.
Bila setiap pelanggan dipakai maksimal, untuk 2 amper bisa dikenakan biaya penggunaan listrik sebesar Rp 336 ribu/bulan dan pelanggan 4 amper dikenai tagihan Rp 351 ribu/bulan.
Keberatan pelanggan PLTD Masalembu yang mencapai 400 KK tersebut, selain mahalnya tarif dan abonemen, juga pelayanan yang hanya menyala 6,5 jam setiap hari yakni hidup dari pukul 17.30 WIB hingga 24.00 WIB.
Salah seorang perwakilan pelanggan PLTD Masalembu, Sumenep Abd Basid mengatakan, tarif dan abonemen listrik yang dikelola CV Angkasa Perkasa sangat tidak manusiawi dan mencekik pelanggan PLTD.
"Sangat tidak realistis bila tarif yang ditetapkan sejak Juni 2008 lalu masih diberlakukan. Padahal, tarif BBM saat ini sudah turun 3 kali lipat," tegas Basid kepada detiksurabaya.com, Kamis (29/1/2009).
Dia mengaku terpaksa menggelar aksi bersama belasan perwakilan pelanggan PLTD Masalembu. Sebab, aspirasi warga selama ini tidak pernah diperhatikan. Bahkan, pihak pengelola menaikkan tarif tanpa ada musyawarah ataupun pemberitahuan lebih awal terhadap pelanggan.
Mereka juga mempertanyakan status pengelolaan PLTD yang selama ini tidak jelas kontraknya dengan pemerintah daerah. Padahal, PLTD bantuan dari Pemrpov Jawa Timur untuk warga, namun dikelola secara sepihak dan pelanggan jadi korban.
"Jika masih belum ada kejelasan tentang penurunan tarif, warga Masalembu akan menggelar aksi lebih besar lagi," katanya mengancam.
Sementara, salah seorang penanggungjawab PLTD Masalembu, Sumenep, S. Untung mengatakan, pengelola sudah ada rencana untuk menurunkan tarif. Namun besarnya akan dibicarakan terlebih dahulu diinternal pengelola.
"Tarif pasti diturunkan di bulan depan. Namun, apakah tarif penggunaan meter atau dengan abonemennya yang akan diturunkan, saya belum tahu," tegas Untung kepada detiksurabaya.com.
Pihak pengelola, tambahnya, masih ada waktu sekitar 2 pekan untuk melakukan pembahasan rencana penurunan tarif tersebut. Untuk itu, dia juga meminta pelanggan memahami kondisi PLTD yang setiap bulannya membutuhkan pembiayan BBM maupun perawatan sangat tinggi.
"Jadi penurunan tarif itu akan disesuaikan dengan kondisi di Masalembu," terangnya.
Dia membatah jika tidak melakukan sosialisasi tentang rencana penurunan tarif tersebut. Sebab, sejak awal bulan sudah menyebarkan pengumuman rencana penurunan dengan cara menyelipkan pemberitahuan bersamaan dengan struk pembayaran bagi pelanggan. (fat/fat)











































