DRPD Sumenep Didesak Buat Perda Larangan Beli Produk AS

DRPD Sumenep Didesak Buat Perda Larangan Beli Produk AS

- detikNews
Rabu, 28 Jan 2009 11:50 WIB
Sumenep - Forum Peduli Masyarakat Sumenep (FPMS), Madura menggelar aksi ke kantor DPRD setempat. Mereka mendesak eksekutif dan legislatif segera membuat peraturan daerah (Perda) larangan membeli produk Amerika Serikat (AS).

Massa FPMS yang terdiri dari GP Ansor, NU dan mahasiswa serta masyarakat umum itu mengharamkan membeli produk AS. Sebab, hasil dari penjualan produk tersebut digunakan untuk menghancurkan umat Islam.

Hal itu dibuktikan beberapa perang yang terjadi di timur tengah dan menghancurkan kekuatan Islam. Perang terakhir yakni antara Israel dengan Palestina di Jalur Gaza. Semua perang yang terjadi disponsori AS.

Korlap aksi FPMS, KH Jurjiz Muzammil mengatakan, warga Sumenep sudah waktunya memboikot produk apapun yang diproduksi oleh AS.

"Kita menyumbang dalam bentuk membeli produk Amerika sama artinya dengan membunuh saudara kita umat Islam yang ada di bumi ini," tegas Jurjiz dalam orasinya di depan kantor DPRD Sumenep, Jalan Trunojoyo, Rabu (28/1/2009).

Untuk itu, Jurjiz yang juga ketua GP Ansor Kabupaten Sumenep ini mengharamkan membeli produk AS. Pemerintahan Sumenep harus mempunyai perda larangan membeli produk Amerika. "Perda itu harus segera dirumuskan oleh legislatif dan eksekutif," ungkapnya.

Aksi yang dikawal ketat pihak kepolisian setempat itu juga menggelar doa dan istighosah bersama agar pemboikotan produk AS di Sumenep tidak ada kendala.

"Doa kita juga disapaikan pada saudara umat muslim yang meninggal dalam peperangan di Jalur Gaza," pungkasnya.

Puas berorasi dan menggelar doa, perwakilan FPMS akhirnya diterima oleh Komisi B DPRD Sumenep untuk menyampaikan tuntutannya. Sementara, massa lain kembali melanjutkan orasi dengan menggunakan pengeras suara dan melambaikan berbagai poster dan spanduk yang bertuliskan kecaman terhadap AS. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini