Sepinya pengunjung disebabkan ramainya pemberitaan jika gelombang tinggi menerpa Laut Jawa. Padahal, liburan sekolah telah berlalu.
Ironisnya, pemilik usaha perahu dan beberapa pengusaha persewaan perahu kano, selama mendiami kawasan itu tidak pernah mendapat perhatian dari pengelolah Papu (Sebutan Pantai Pasir Putih).
Salah satu pengelola Saleh (45) sudah beberapa tahun menjadi anggota Ikaperti, namun selama ini tidak pernah ada perhatian dari pihak Pengelolah alias Perusda Papu ini.
"Pihak Perusda hanya memikirkan perutnya sendiri mas, sedangkan kami, tidak pernah mendapatkan perhatian," kesalnya saat ditemui wartawan, Selasa (27/1/2009).
Saleh menjelaskan, jika pihak Perusda sebenarnya tidak pernah memperhatikan Pantai Papu. Justru yang diperhatikan tempat penginapan saja. Fasilitas mempercantik wisata laut nyaris tak tersentuh.
"Kami pernah usulkan, untuk memperbanyak taman biota laut, tapi itu tidak pernah digubris," tambahnya.
Sama halnya dengan yang diutarakan Hafid. Dirinya mengaku sanggup untuk menjadi tenaga kerja walau tanpa digaji, jika memang akan memperindah taman biota laut.
"Saya sudah pernah bekerja di Bali sebagai desainer taman biota laut, sebenarnya, jika mau dikelola profesional, laut ini bisa sama dengan di sana," terang Hafid.
Sementara anggota Ikaperti ini membeberkan buruknya pengelolaan yang dilakukan Perusda Papu, "Pantai ini, kalau tidak ada kami pasti tidak akan ada yang melirik. Kalau tidak percaya, pagi-pagi sampean ke sini (Pantai), pasti sampahnya banyak," tambahnya.
Selama ini, yang menjaga kebersihan pantai justru berkat kerja gratisan para anggota Ikaperti, "Karyawan Perusda itu tidak pernah memikirkan kebersihan sampah, padahal ini kan kepentingan mereka juga, kalau mereka enak, dapat gaji. Kalau kami, gak ada penumpang ya gak makan," kesal pemilik perahu lainnya.
Para anggota Ikaperti menebak, kalau sepinya pengunjung akan terus berlanjut sampai pada akhir Februari mendatang, itu artinya Ikaperti baru akan kebagian order, setelah masa gelombang pasang usai.
"Itupun kalau ada pengunjung wisata mas," bebernya. (fat/fat)











































